Fadel Minta Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan Agar Roda Ekonomi Berjalan

oleh
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad.

JAKARTA, REPORTER.ID – Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengapresiasi upaya pemerintah menunda kebijakan new normal di sekolah. Kesehatan anak-anak Indonesia harus tetap dijaga. Jangan sampai anak-anak teinfeksi virus Covid-19.

“Kami sudah menyarankan Kementerian Pendidikan untuk menunda anak masuk sekolah seperti biasanya. Kesehatan mereka harus dijaga karena mereka adalah masa depan bangsa,” kata Fadel Muhammad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2020).

Seperti diketahui, di masa transisi ini ada sejumlah pelonggaran aktivitas. Pelonggaran untuk 11 bidang kegiatan yang sebelumnya bisa beroperasi selama masa PSBB bakal ditambah dengan kegiatan lainnya. Seperti pembukaan tempat ibadah, tempat usaha dan tempat kerja. Namun belum ada ketentuan tentang pelonggaran aktivitas di lembaga pendidikan.

Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur Gorontalo dua periode itu juga mengimbau agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas. Dengan begitu, perekonomian bisa berjalan tanpa mengganggu kesehatan.

Tak hanya itu, Fadel juga meminta kepada pemerintah untuk mengontrol masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan sosial distancing. Untuk mengontrol protokol kesehatan diperlukan perangkat hukum dan ketegasan dari aparat pemerintah.

“Dengan mematuhi protokol kesehatan, roda ekonomi bisa berjalan, tanpa mengabaikan kesehatan,” katanya.

Menurut Fadel Muhammad, dengan dibukanya berbagai aktivitas tempat umum, maka sektor perdagangan diperkirakan dapat kembali pulih. Pada masa lebaran lalu sektor perdagangan tidak mendapatkan momentum lebaran seperti di tahun-tahun sebelumnya.

‚ÄúPada kuartal I 2020, sektor perdaganan sudah mengalami perlambatan. Nah, di masa transisi PSBB ini, dengan dibukanya aktivitas perbelanjaan pada pertengahan Juni mendatang, maka sektor ini berpotensi menjadi salah satu sektor yang bertumbuh pada kuartal III 2020. Meskipun, pertumbuhannya masih akan terbatas,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *