Jumat 12 Juni 2020: PDIP Lempar Sinyal Duet Prabowo- Puan Maharani di Pilpres 2024

oleh
Ilustrasi Puan Maharani dan Prabowo (NET)

JAKARTA, REPORTER.ID — Berikut HOT ISU yang berkembang pada pagi hingga siang ini, Jumat (12/6/2020):

1. Ketua DPP PDI Perjuangan Eriko Sutardoga melempar sinyal duet Prabowo Subianto – Puan Maharani pada Pilpres 2024. Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan PDI-P berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilu mendatang, melihat hubungan baik Prabowo dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Namun, ia menegaskan, sikap PDI-P dalam pencapresan dan koalisi, sepenuhnya akan ditentukan oleh Megawati Soekarnoputeri.

“Saya tak mau berandai-andai, tapi memang dari dulu antara Pak Prabowo dan Bu Mega sangat dekat dan dengan mbak Puan juga sangat dekat, mas Prananda juga, dengan keluarga Ibu sangat dekat, dan Ibu pernah berpasangan juga dengan Prabowo. Tapi untuk pencapresan dan koalisi, itu adalah kewenangan dan hak prerogatif dari ketua umum kami. Itu disahkan di kongres,” ujar Eriko lagi.

2. Ketum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan, sebaiknya Gerindra memunculkan capres baru yang lebih muda selain Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Ia menilai, pengkaderan Gerindra gagal jika tetap mengusung Prabowo sebagai calon presiden.

Prabowo jadi negarawan saja, biarkan dia menikmati dan menyelesaikan tugasnya sebagai Menhan.
“Pengkaderan Gerindra berhasil bila muncul calon baru dan muda, tapi jika paksakan Prabowo jadi capres lagi ya berarti pengkaderan Gerindra gagal,” ujar Slamet Ma’arif.

3. Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, peluang koalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang tetap terbuka. Namun, Mardani menegaskan PKS akan berusaha untuk mengusung kadernya sendiri sebagai calon presiden. “Tahun 2024 PKS akan berusaha mengusung kadernya sendiri. Tapi peluang koalisi untuk memajukan Indonesia tetap terbuka,” kata Mardani.

4. Jubir Menko Marves Luhut Pandjaitan, Jodi Mahardi menilai tantangan ekonom Rizal Ramli bagaikan mau menjatuhkan pemerintah, bukan untuk memberi kritik yang membangun. “Mindsetnya ini mereka sudah beda di sana, kayaknya dia seakan-akan mau jatuhkan pemerintah aja. Kan nggak semudah itu aja jatuhin pemerintah,” tegasnya.

Jodi menegaskan, diskusi akan dilakukan, tetapi bukan untuk menjadikan panggung politik bagi siapapun. “Saya tegaskan lagi, kalau mau ini bukan panggung buat siapa-siapa, jangan dijadikan dan dibawa ke urusan politik lah. Nggak elok! Capek lah kita kayak begitu,” ujar Jodi lagi.

5. Tersangka suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Harun Masiku sempat menitipkan koper berisi uang untuk Saeful Bahri di Rumah Aspirasi kepada Kusnadi, office boy Kantor DPP PDI pada pertengahan Desember 2019.

Itulah pengakuan Kusnadi saat bersaksi di PN Tipikor Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, kemarin.

“Bertemu di resepsionis, terus dia minta tolong mau ketemu Doni sama Saeful. Dia nunggu lama, minta tolong titip,” ujar Kusnadi.

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *