Menlu RI Protes, Satu Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

oleh
Menlu RI, Retno Marsudi.

JAKARTA, REPORTER.ID – Satu prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo, gugur dan satu luka-luka karena serangan milisi yang diduga dilakukan kelompok ADF (kelompok bersenjata di Republik Demokratik Komgo Timut, red) pada Senin waktu setempat. Disebutkan juga, satu orang tentara lagi dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.

Dari informasi yang diterima, dua personel TNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut adalah Serma Wahyudi dan Prt M. Syafii Makbnul. Serma Wahyudi meninggal dunia, sedangkan Prt M Syafii Makbul mengalami luka-luka dan sekarang masih dalam perawatan intensif.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (23/6/2020), patroli mereka diserang pasukan milisi sekitar 20 kilometer dari kota Beni di Provinsi Kivu Utara. Penyerangan tersebut disampaikan salah seorang petugas komunikasi kepada pasukan penjaga perdamaian Monusco.

“Pasukan penjaga perdamaian meninggal dan yang lain terluka tetapi tidak serius. Dia dalam kondisi stabil,” kata Sy Koumbo.

Sementara itu, Kepala Monusco, Leila Zerrougui mengutuk serangan biadab yang diduga dilakukan oleh ADF (the Allied Democratic Forces), sebuah kelompok bersenjata terkenal di Republik Demokratik Kongo Timur.

Monusco adalah salah satu misi pemelihara perdamaian PBB, dan merupakan misi PBB terbesar kedua di dunia. Saat ini terdapat 1.047 orang personel dari Indonesia yang ditugaskan disana.

ADF adalah gerakan yang berasal dari negara tetangga Uganda pada 1990-an. Mereka menentang pemerintahan Presiden Uganda Yoweri Museveni. Pada 1995, mereka pindah ke Kongo, yang menjadi basis operasinya, meskipun tidak melakukan serangan di Uganda selama bertahun-tahun.

Berdasarkan data PBB, aksi mereka telah menewaskan lebih dari 500 orang sejak akhir Oktober di saat tentara Kongo melancarkan serangan terhadapnya. ADF juga menewaskan 15 tentara PBB di pangkalan mereka di dekat perbatasan Uganda pada Desember 2017 dan tujuh dalam serangan pada Desember 2018.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi memprotes keras penyerangan tersebut. Ia meminta otoritas Kongo untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan. Ia menyampaikan duka cita yang mendalam dan memberikan penghargaan kepada prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian tersebut.

“Duka cita yang mendalam atas berpulangnya Serma Rama Wahyudi, salah satu anggota pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Misi Monusco, Kongo,” tulis Retno dalam akun twitter resminya, kemarin.

Menlu Retno mengatakan, DK PBB mengutuk keras peristiwa penyerangan itu. Retno meminta agar pemerintah Kongo melakukan investigasi dan menangkap pelakunya.

“DK PBB telah mengutuk keras serangan kepada Monusco dan meminta otoritas Kongo untuk melakukan investigasi dan membawa pelakunya ke meja pengadilan,” tegas Menlu.

Retno memberikan penghargaan atas pengabdian prajuit TNI. Dia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Serma Rama Wahyudi atas pengabdiannya dalam menjaga perdamaian dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” kata Retno Marsudi.

Retno menambahkan, sebagai kontributor personel misi perdamaian PBB terbesar ke-8 di dunia, Indonesia selalu aktif dalam menyerukan pentingnya peningkatan keamanan dan keselamatan personel di misi perdamaian pada forum-forum PBB. ***

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.