Musofa Tertangkap Kamera Sedang Guling-Guling di Kubangan

oleh
Badak sedang berkubang.

JAKARTA, REPORTER.ID – Seekor badak Jawa tertangkap kamera sedang mandi di kubangan air terjun Blok Cigenteur, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Badak Jawa bernama Musofa itu terekam kamera selama 2 menit 15 detik.

“Musofa sedang melakukan aktivitas berkubang dan guling-guling di kubangan. Mosofa berjenis kelamin jantan itu diperkirakan berusia 7 tahun,” ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dalam akun Facebook-nya, kemarin.

Menteri asal NasDem ini menjelaskan Musofa pertama kali teridentifikasi sebagai individu badak yang ke-56 pada 16 Maret 2013. Ketika itu Musofa terekam kamera trap pada kegiatan saat dilakukan monitoring badak Jawa di Blok Cihandeuleum grid 35 AN.

Seperti diketahui, populasi badak Jawa di Indonesia sampai 2019 tercatat sebanyak 72 ekor, dengan komposisi 39 jantan dan 33 betina. Badak Jawa termasuk hewan langka yang dilindungi UU dan dikategorikan sebagai critically endanger atau terancam punah lantaran hanya ada di wilayah Jawa, yakni Ujung Kulon.

Siti menerangkan aktivitas berkubang yang dilakukan Badak Musofa agar suhu dan kelembapan tubuhnya terjaga, sekaligus mengurangi parasit.

“Untuk menjaga suhu dan kelembapan tubuh, pemenuhan mineral, mengurangi parasit, dan untuk beristirahat. Biasanya dilakukan setidaknya 2 kali dalam sehari dengan durasi terlama sampai dengan 3 jam,” ujar Siti.

Upaya konservasi badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon dilakukan melalui perlindungan dan pengamanan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon melalui patroli rutin. Monitoring terhadap Badak dan pembinaan habitat (Rhino Monitoring Unit) juga terus dilakukan. Termasuk penanaman dan pemeliharaan pakan badak Jawa di Semenanjung Ujung Kulon.

Sebelumnya terjadi momen langka. Badak bercula satu muncul di pantai Taman Nasional Ujung Kulon. Satwa itu muncul saat kawasan wisata di sana tutup karena pandemi virus corona.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Anggodo dikonfirmasi mengatakan, badak yang tertangkap kamera sedang mengasin di pantai Cigenter. Momen langka ini diabadikan melalui video oleh tim patroli laut pada 16 Juni 2020 lalu.

“Ini langka momennya, kebetulan tim patroli lewat melihat dari kejauhan ada badak,” kata Anggodo, Selasa (23/6/2020) lalu.

Ia menjelaskan, momen mengasin adalah momen saat satwa-satwa di Ujung Kulon pergi ke pantai. Satwa-satwa liar seperti rusa kadang juga bebas berkeliaran untuk menjilat-jilati air laut.

Saat pandemi virus corona, kawasan wisata Ujung Kulon tiada pengunjung, badak bercula satu yang sangat soliter ini muncul di pinggir pantai. Terlihat badak yang merendamkan badan.

Hanya saat didekati oleh tim patroli, badak bercula satu itu lari dan kembali ke tengah hutan. Ujung Kulon memang jadi satu-satunya habitat satwa langka yang dilindungi itu. Selain bisa ditemukan di pantai Cigenter, sepanjang pantai di sana memang sering digunakan badak bercula satu untuk mengasin. Namun, hal itu sangat jarang bisa ditemui dengan mata telanjang. ***

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *