Analis Cikini Studi: Menteri Terawan Patut Meniru Langkah Menkes Selandia Baru

oleh
Menkes RI, dr. Terawan.

JAKARTA, REPORTER.ID – Mundurnya Menteri Kesehatan (Menkes) Selandia Baru, David Clark setelah kasus virus corona atau Covid-19 di negaranya itu kembali membeludak, bisa menjadi contoh pejabat Negara di Indonesia yang telah gagal menangani virus asal Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.

Pendapat ini disampaikan Direktur Eksektif Cikini Studi, Teddy Mihelde Yamin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2020).

Dikatakan Teddy, kegagalan menangani Covid-19 yang terjadi Selandia Baru itu juga dialami Indonesia. Oleh karena itu, dirinya juga ingin mendengar pernyataan mundur itu keluar dari mulut Menkes RI, Terawan Agus Putranto.

“Kok aku jadi ‘pengen’ denger Menkes Terawan yang bertanggung jawab dengan semakin tak terkendalinya penyebaran Covid-19 di Indonesia, segera mundur seperti Menteri Kesehatannya Selandia Baru itu,” katanya.

Padahal, menurut analis Cikini Studi ini, semua juga tahu kalau Selandia Baru, merupakan salah satu negara di Selatan Australia yang dikenal mampu dan tercepat dalam mengendalikan Covid-19.

“Bahkan, David Clark sebagai Menkes mampu memukul habis Covid-19 dari negerinya. Tetapi kini, setelah dibuka dan dinyatakan aman Covid-19, ternyata muncul kasus baru. Dia (David) malu dan merasa bertanggung jawab,” ujarnya.

Jadi, lanjut Teddy, untuk pejabat atau menteri yang tidak mampu sebaiknya secara gentle menyatakan mundur, daripada terus menuai kritik dan sindiran.

“Nggak usah pakai drama-drama gitu…! Capek. Udah disindir-sindir dan dipojokkan juragannya (Presiden) masih selow aja. Wow, ….Kasihan lagi punya bintang banyak di pundak,”

Sebagaimana diketahui, Menkes Selandia Baru, David Clark mengundurkan diri setelah kasus Covid-19 di negaranya itu kembali membeludak. Clark juga menerima kritik lain karena dua kali melanggar peraturan karantina wilayah atau lockdown yang ketat di negera nya tersebut, dengan membawa keluarganya berlibur di pantai serta berkendara menuju jalur bersepeda di gunung.

“Menjadi sangat jelas bagi saya kini bahwa kelanjutan saya pada jabatan ini mengacaukan respons keseluruhan pemerintah terhadap Covid-19 dan pandemi global,” ujar Clark dalam konferensi pers di Wellington, Kamis (2/7/2020) kemarin. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.