Prediksi Pengamat, Reshuffle Kabinet Dilakukan Akhir 2020

oleh
Ujang Komaruddin.

JAKARTA, REPRTER.ID – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Jakarta, Ujang Komarudin menyatakan, reshuffle atau perombakan kabinet pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), suatu keniscayaam, karena untuk memicu menteri-menteri lainnya supaya bekerja semakin baik.

“Ada dua hal yang bisa kita amati terkait marah-marahnya Presiden Jokowi kepada para menterinya yang berujung ancaman reshuffle,” kata Ujang kepada wartawan, Minggu (5/7/2020) menyusul mencuat isu reshuffle kabinet sejak beredar video Presiden Jokowi yang disebut marah kepada menteri sewaktu sidang paripurna kabinet belum lama ini.

Pertama, bisa saja marah-marahnya Jokowi itu hanya gimmick atau retorik. Dan kedua, bisa saja marah-marahnya itu serius.

“Nah, untuk membuktikan apakah marah-marahnya hanya sekedar gimmick atau retorik atau benar adanya, masih harus dilihat perkembangan ke depan. Jika tak ada reshuffle, artinya marah-marahnya hanya retorik. Namun jika ada reshuffle, artinya marah-marahnya serius,” kata dia.

Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini berpandangan,
reshuffle itu merupakan suatu keniscayaan. Apalagi, kalau saat ini banyak menteri yang kinerjanya tidak ada capaian yang signifikan sebagaimana diungkap Jokowi.

“Justru jika banyak menteri yang kinerjanya memble, lalu tak ada reshuffle, ini akan ada back fire. Akan ada penilaian negatif dari rakyat ke Jokowi. Rakyat akan menilai, menteri yang kinerjanya jelek kok dipertahankan,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan, Ujang Komarudin menilai, memang banyak menteri Jokowi yang belum bekerja maksimal. Ada diantara menteri itu yang tak bisa mengimplementasikan visi, misi, dan program Jokowi.

“Ibaratnya, Jokowi ke Barat, menterinya ke Timur. Jokowi minta tempe, menterinya ngasih kerupuk,” kata Ujang tanpa merinci menteri mana yang dimaksud.

Meski demikian, Ujang melihat kalau reshuffle kabinet tidak akan ada dalam waktu dekat ini. Perkiraan dia, Presiden Jokowi merombak kabinetnya kemungkinan di akhir tahun 2020, atau setelah menteri bekerja genap 1 tahun. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *