Mayoritas Kematian Akibat Terpapar Covid-19 Bila Punya Komorbiditas, Minoritas Kematian Disebabkan Covid Sendiri

oleh
MERS-Cov
Prayitno Ramelan.

IBARATNYA seperti berperang, dari persepsi intelijen, bertempur melawan serangan virus coroma atau Covid-19, masyarakat harus tahu bagaimana supaya menang dalam pertempuran individu ini. Masalah paling penting dalam menghadapi ancaman Covid-19 adalah informasi. Informasi lengkap dan benar tentang kemampuan dan bahaya mematikan dari covid dikaitkan dengan kerawanan manusia, yaitu mereka yang punya kerentanan.

Kerawanan dalam pertempuran adalah titik lemah pihak kita, bila dieksploitasi musuh akan menyebabkan kelumpuhan, bahkan kelumpuhan permanen. Nah, kerawanan tersebut harus kita amankan agar musuh tidak mampu melumpuhkan pasukan kita. Dalam bertempur melawan Covid-19, kerawanan manusia adalah kerentanan, siapa saja yang bisa diserang dan siapa saja yang rawan dan rentan. Di Amerika, kerentanan pada Lansia ditinggalkan, di usia berapapun bisa tertular. Kematian terutama mereka yang punya penyakit penyerta dan yang obesitas. Para lansia umumnya punya penyakit bawaan dan imunitasnya rendah.

Prosentase Sembuh dan Meninggal di Indonesia Lebih Rendah dari Dunia

Dalam penanganan Covid-19, ada pasien yang sembuh dan ada yang meninggal, juga ada yang masih dirawat. Data tgl 5 Juli 2020, Jubir pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menuturkan, ada 1.607 kasus baru dalam 24 jam terakhir, total kasus 63.749. Tercatat 82 pasien positif virus corona yang meninggal sehingga totalnya menjadi 3.171 orang.

Dalam 24 jam ada 886 pasien sembuh, total yang sembuh sejak 2 Maret 2020 sebanyak 29.105 pasien. Angka sembuh secara total 45,42 persen, masih dibawah rata-rata dunia 56,71 persen. Rata-rata angka rata-rata kematian di Indonesia 5 persen, diatas angka kematian dunia 4,72 persen.

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *