Peringati HUT ke-43, Museum Bahari Angkat Budaya Pesisir Nusantara 

oleh
Pengunjung di halaman Museum Bahari.

JAKARTA, REPORTER.ID- Memperingati hari jadi Museum Bahari yang ke- 43, Selasa (7/7/2020) ini Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta menggelar serangkaian acara bertajuk Pasar Ikan Explorer “Budaya Pesisir sebagai Harmonisasi Indonesia”.

Rangkaian kegiatan tersebut akan diisi bermacam acara mulai dari diskusi penulisan, dialog ilmiah, sampai dengan penampilan dongeng pesisir Cirebon dan workshop lukisan/sketsa.

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya menjelaskan kemarin, pemilihan tema tersebut untuk memperkenalkan ragam budaya pesisir yang ada di Indonesia.

“Ini sejalan dengan visi dan misi Museum Bahari untuk mengeksplorasi nilai-nilai kebaharian bangsa Indonesia dan menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan akan keragaman budaya dan tradisi bahari yang ada di tanah air,” kata Berkah.

 

Foto peresmian Museum Bahari oleh Ali Sadikin (Sumber : Istimewa)

Diungkapkannya, kegiatan ini merupakan kolaborasi Museum Bahari dengan berbagai pihak mulai dari instansi pemerintah, komunitas maupun berbagai perusahaan yang memiliki kepedulian pada pengembangan museum dan pengembangan masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dari berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan ini,” ujar Berkah.

Dengan sendirinya penyelenggaraan kegiatan ini akan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, mengingat saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir. Juga jumlah peserta yang hadir langsung akan dibatasi. “Rangkaian acara akan disiarkan live melalui media sosial Museum Kebaharian Jakarta. Yang tidak dapat hadir bisa ikut menyaksikan melalui live IG di Instagram kami @museumkebaharianjkt,” terangnya.

Pembukaan kegiatan ini akan diresmikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana. Kegiatan akan dilanjutkan dengan Diskusi penulisan Sejarah Kebaharian Indonesia dengan pembicara Dr. Restu Gunawan (Direktur Pemanfaatan dan Pengembangan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI), Letkol Laut Drs.Heri Sutrisno, M.Si (Kepala Seksi Penulisan dan Penyajian Subdisjarah Dispenal TNI AL) dan Jodhi Yuwono (Jurnalis/Musikus) serta ngobrol ringan bersama komunitas memancing dan Putra-Putri Bahari Indonesia.

Hari pertama tersebut juga ada diskusi daring via zoom dengan tema “Maritime as Our Life” yang menampilkan Asep Rachmat Hidayat (Ketua Program Studi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Bandung), Murdi Primbani (Deputi Direktur III Direktorat Kerja Sama Intrakawasan dan Antarkawasan Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI), Toshihisa Tsunoda (CEO Endless Co.Ltd) dan Ari Sulistyo (Ahli Cagar Budaya).

Rabu (8/7/2020) akan diisi diskusi mengenai arkeologi Maritim bersama Shinatria Adhityatama, arkeolog muda dengan segudang pengalaman yang pernah ikut ekspedisi penemuan kapal selam U-Boat Nazi Jerman di Laut Jawa, kapal perang HMAS Perth milik Australia di Selat Sunda, dan kapal kuno dari abad ke-13 di perairan Kepulauan Riau. Juga Workshop Membuat Rajutan dari Plastik Limbah Laut bagi warga Kampung Akuarium.

“Workshop ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mengembangkan komunitas warga di sekitar museum. Dalam workshop ini kami akan bekerja sama dengan Yayasan Mitra Museum Jakarta, Lions Club MOVAST dan Komunitas Merajut Bogor,” papar Berkah.

Hari ketiga akan diisi demo memasak hidangan pesisir nusantara bersama Chef Jun Winanto (Electrolux Home Cook 2019) dan workshop membuat rajutan dari plastik limbah laut bagi warga Kampung Akuarium dan
akan dilanjutkan dengan diskusi mengenai batik dengan berbagai corak dan motifnya di wilayah pesisir bersama Batik 3 Puteri.

Salah satu pintu masuk ke Museum Bahari.

Pada Jumat (10/7/2020) diskusi dilanjutkan dengan workshop batik bersama Museum Tekstil Jakarta dan demo rias pesona pesisir bersama Meidah Cosmoteceutical.

“Untuk kegiatan di hari Sabtu (11/7/2020) akan ada dongeng pesisir Cirebon bersama Komunitas Kendi Pertula, serta Paket Tour Keliling Sunda Kelapa dan membahas sejarah awal mula kota Jakarta,” lanjut Berkah.
Rangkaian kegiatan akan ditutup Minggu (12/7/2020), dengan workhsop lukis/sketsa Kopi Bahariku bersama Komunitas Perupa Sahabat Museum dan juga sesi sharing dan bincang bersama fotografer dan videographer berpengalaman dari APPGINDO serta Paket Tour Keliling Sunda Kelapa.

Selama sepekan itu di Museum Bahari juga dimeriahkan dengan Bazar berisi berbagai produk pesisir, seperti batik, bermacam aksesoris, ragam penganan dan kuliner, serta aneka kriya bahari dan produk kreatif lainnya yang dapat dibeli oleh pengunjung.

Museum Bahari diresmikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin seorang perwira tinggi Marinir tepat pada tanggal yang cantik yaitu tanggal 7-7-1977. Bangunan museum tersebut didirikan oleh VOC pada abad 18 sebagai gudang rempah rempah hasil bumi Nusantara yang akan dikirim ke Eropa.

Menara Museum Bahari dibangun tahun 1839 untuk mengawasi kapal kapal yang masuk Pelabuhan Sunda Kelapa. (Pri/R).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *