Yuslih Ihza Akan Maju Lagi Dalam Pilbup Beltim 2020

oleh
Bupati Beltim, Yuslih Ihza.

JAKARTA, REPORTER.ID – Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza menyatakan diri akan maju lagi sebagai Calon Bupati Beltim pada Pilkada Serentak yang akan digelar 9 Desember mendatang. Yuslih mengaku tengah lakukan pertemuan atau lobi dengan pimpinan partai di Beltim untuk menentukan wakilnya.

‘’Ya, saya akan maju lagi dalam pilkada. Bersama pimpinan partai, saya sedang pikirkan secara cermat untuk mematangkan calon wakil saya. Doakan ya, cawabupnya sedang kami matangkan,’’ ujar Yuslih dalam wawancara khusus dengan reporter.id di Jakarta, kemarin.

Yuslih kelihatan agak kaget juga saat ditanya soal fait accomply  Ketua DPC PBB Beltim Koko Haryanto yang menyebut dirinya tidak akan maju lagi dalam pilkada mendatang dan sudah menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada keponakannya, Yuri Kemal Fadhlulloh.

‘’Ah, nggak benar itu. Saya akan maju lagi. Saya didorong oleh rakyat Beltim yang datang ke saya untuk beri dukungan. Nggak benar saya serahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Yuri. Itu upaya adu domba saja. Nggak benar itu, saya nggak pernah berikan tongkat estafet kepemimpinan kepada siapa pun. Saya akan maju lagi. Catat ya, saya mau maju lagi,’’ tegas Yuslih Ihza.

Saat ditanya, kalau begitu berarti, fait accomply Koko Haryanto salah dong, Yuslih langsung menukas, ‘’Nggak benar itu, karena sepemahaman saya sebagai incumbent, masih banyak orang yang menginginkan saya lanjut. Mereka bilang saya ini penganten yang ganteng, banyak anak gadis yang melirik. Ya, mungkin mereka menganggap selama kepemimpinan saya, Beltim ada kemajuan baik di bidang pembangunan phisik, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik, dan sebagainya. Kan banyak prestasi yang diraih Pemkab Beltim. Dapat Piala Adipura, hasil audit BPK juga bagus, kita dapat predikat  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang selama 17 tahun Pemkab Beltim belum pernah dapat.’’

Ditanya, apakah Anda ada miskomunikasi dengan Ketua DPC PBB Beltim sehingga bicaranya seperti itu, Yuslih mengaku tidak ada masalah dengan Koko Haryanto. Hubungannya baik-baik saja dan lancar-lancar saja. ‘’Saya juga nggak tahu dan nggak pernah bilang akan ditugaskan ke pusat. Tugas apa dan pusat mana, kok seenaknya ngarang seperti itu. Saya juga tak pernah diminta klarifikasi dan konfirmasi terkait berita itu.’’

Seperti diberitakan Bangkapos.com awal Desember lalu, Ketua DPC PBB Belitung Timur Koko Haryanto memastikan Yuslih Ihza tidak akan mencalonkan lagi menjadi Bupati Beltim pada Pilkada 9 Desember mendatang. ‘’PBB sudah memastikan 99 persen dipastikan tidak ikut. Beliau sudah menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya ke orang yang masih saudaranya sendiri, yakni Yuri Kemal anak dari Yusril Ihza,’’ kata Koko.

Sebagai incumbent, Yuslih yang kakak kandung Yusril Ihza Mahendra ini mengaku banyak didatangi orang untuk menawarkan kerjasama dalam pilkada 2020. Itulah yang sedang dia pikirkan secara cermat supaya tidak salah dalam memilih pasangan. Yang sedang dipikirkannya antara lain agar sedapat mungkin pasangannya mendatang bukan tipologi pemimpin yang suka mendahului.

‘’Yah, ini yang saya pikirkan. Jangan sampai wakil saya nanti seperti kuting melebihi hulunya. Keduanya harus kompak, saling menjaga diri, saling menghargai, saling mengingatkan, dan tidak boleh saling mendahului atau menyalip di tikungan, ’’ kata Yuslih.

Terakhir, sambil tertawa Yuslih Ihza mengaku bahwa dirinya mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Kesultanan Solo Hadiningrat. Oleh Raja Pakubuwono XII, Yuslih diberi gelar KRT Darmodipura sehingga nama lengkapnya menjadi KRT Yuslih Ihza Darmodipuro. ”Ya, keren kan? KRT Yuslih Ihza Darmodipuro, ha ha ha ha,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada pilkada 2015 ada tiga pasangan Cabup dan Cawabup yang maju untuk memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur. Pertama, pasangan Yuslih Ihza Mahendra dengan Burhanuddin. Pasangan ini diusung oleh Partai Bulan Bintang, Partai Gerindra, dan Partai Golkar, meraih 32.015 suara atau 51,20 persen.

Kedua, pasangan Basuri Tjahaja Purnama dengan Fezzi Uktolseja. Pasangan ini diusung Partai NasDem dan PDI Perjuangan, meraih 19.698 suara atau 31,50 persen. Ketiga, pasangan Usmandie A. Andeska dengan Musdiyana. Pasangan ini diusung oleh PKS dan Partai Hanura, meraih 10.816 suara atau 17,30 persen.

Pasangan Yuslih-Burhanuddin berhasil menguasai suara mayoritas sehingga kalaupun perolehan suara Basuri dan Usmandie Andeska digabungpun masih belum bias mengalahkan pasangan Yuslih-Burhanuddin. Sayangnya pada Pilkada 2020 ini, Burhanuddin pisah kongsi dengan Yuslih dan dia maju sebagai Calon Bupati Beltim dengan bendera Golkar.

Pada pilkada 2020 ini Yuslih masih menjadi calon terkuat. Rakyat Beltim berharap Yuslih tampil sebagai pemenang supaya program-program yang sudah berjalan di bidang pembangunan phisik, pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan sebagainya lebih membumi lagi.

Rakyat di grassrooth senang dengan gaya kepemimpinan Yuslih yang bersih dan program sangat menyentuh kepentingan wong cilik. Dia rogoh kantong Pemda untuk bayar BPJS, santunan kepada para marbot, pedagang kecil, dan kaum terlantar lainnya.

Pola hidup Yuslih sebagai pemimpin yang sederhana rupanya mendulang simpati dari rakyat. Pengalamannya sebagai anggota DPRD Propinsi Babel, sebagai auditor di PT Timah, Bakrie Grup, di perusahaan asing sangat membantu pada saat jadi Bupati Beltim periode 2016-2021. ***

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *