Kenang ‘Guru Tercinta’ Almarhum Ustadz Hilmi, Habib Aboebakar Tulis Puisi

oleh
Almarhum Ustadz Hilmi Aminuddin.

JAKARTA, REPORTER.ID – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi mengungkapkan kalau almarhum Ustadz Hilmi Aminuddin adalah seorang murabbi yang sangat ideal.

“Bisa dikatakan beliau sosok sempurna di mata saya,” sebut Habib Aboebakar sapaan Aboe Bakar Alhabsyi dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/8/2020) mengenang 40 hari wafatnya perintis PKS itu.

Pertama, lanjut Habib Aboebakar, Ustadz Hilmi mampu menyiapkan mutarabbinya untuk menghadapi situasi dakwah, menyiapkan anak didiknya untuk mampu berdakwah di masyarakat.

“Coba antum (kamu bahasa Arab) bayangkan, bagaimana beliau dahulu menyiapkan saya yang masih SMP, pakai celana pendek, ditugaskan untuk berdakwah ke kampus nomor wahid di Indonesia. Ana (saya bahasa Arab) yang masih belia beliau tugaskan untuk masuk berdakwah di Universitas Indonesia,” kenangnya.

Kedua, Ustadz Hilmi memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mengatur para mutarabbinya. Kelihaian Ustadz Hilmi dalam mengatur ini membuat pada kadernya tidak mungkin untuk menolak setiap penugasan yang diberikan.

“Selalu hadir keyakinan di hati kami bahwa apa yang disampaikan oleh beliau pasti didasarkan berbagai pertimbangan yang matang,” sebut Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu lagi.

Ketiga, menurut Habib Aboebakar, Ustadz Hilmi ini seolah menjadi ayah yang sempurna, karena yang bersangkutan mampu mengelola emosi para mutarabbi.

“Ketika kami ada masalah, beliau selalu memberikan nasihat yang menyejukkan, membuat kepala kami menjadi enteng dan hati kami menjadi tenang,” katanya.

Keempat, dalam mendidik para kader Ustadz Hilmi selalu mengedepankan pola pembianaan. Ustadz Hilmi tidak mau menjustiifkasi oleh, selalu melihat kebaikan atas diri seseorang, kemudian dibina sesuai dengan kadar masingmasing.

Kelima, dalam mendidik, Ustadz Hilmi memberikan keteladanan yang luar biasa. Misalkan saja keteladaan sebagai seorang pemimpin. Bahwa pemimpin itu melayani, bahwa pemimpin itu harus taat aturan, bahwa memimpin itu harus benar-benar tahu kadernya.

“Pada suatu pertemuan di Gelora Bung Karno beliau ini pernah dilarang masuk oleh kepanduan, beliau sampai berputar-putar untuk mengikuti protap yang ada,” kenang Habib Aboebakar.

Keenam, Ustadz Hilmi senantiasa membimbing setiap kadernya dengan telaten seperti seorang Ibu yang sedang membimbing anaknya. Ustadz Hilmi selalu mengawal agar anak didiknya berdakwah sesuai dengan kaidah ke-Islam-an.

“Kami dibimbing agar selalu dekat dengan Rabb Sang Pencipta, kami dibimbing agar tidak lelah dalam berjuang, kami dibimbing agar selalu menjadi payung untuk ummat,” ucapnya.

Ketujuh, dalam mendidik Ustadz Hilmi selalu mengembangkan potensi kreatif mutarabbinya. Ustadz Hilmi sangat paham betul potensinya masing-masing kadernya.

“Apa potensi Abu Bakar, Apa potensi Fulan dan Fulanah. Beliau selalu berupaya mengembangkan potensi-potensi tersebut agar bermanfaat secara optimal untuk dakwah. Selain itu beliau juga berupaya menjauhkan potensi dari kader tersebut dari situasi yang membahayakan dirinya,” tutup Habib Aboebakar.

Diakhir tulisannya ini, Habib Aboebakar menorehkan sebuah puisi. Berikut isi puisi Ketua Korda PKS Kalimantan ini:

Pohon Mangga tegak berdiri
Ditanam ditepi bangunan
Ustadz Hilmi murabbi sejati
Mengajarkan kita politik peradaban

Warna putih bunga melati
Tumbuh Semerbak di depan rumah
Terima kasih untuk ustadz Hilmi
Telah mentarbiyah kami tanpa lelah

Pergi berburu ke hutan rimba
Dapat buruan rusa jantan
Ustadz Hilmi Murabbi kita
Jasa jasanya tidak terlupakan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *