Kimia Farma Gelar Live Seminar untuk Dongkrak Omset UMKM Lewat Dunia Digital di Masa New Normal

oleh
Gerai Kimia Farma.

JAKARTA, REPORTER.ID – Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 dirasakan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk mitra binaan program kemitraan Kimia Farma, terutama sektor Food, Fashion & Craft dengan penurunan jumlah penjualan secara drastis.

Kondisi tersebut membutuhkan peran serta seluruh stakeholder perekonomian bangsa untuk membantu meningkatkan daya saing pelaku usaha sebagai solusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Merayakan Hari Ulang Tahun ke-49 PT Kimia Farma Tbk dan memperingati Hari UMKM Nasional, serta sebagai wujud kepedulian terhadap pelaku UMKM, Kimia Farma selaku BUMN Farmasi mengadakan kegiatan Live Seminar Nasional Digital dengan tema “Mendongkrak Omzet UMKM melalui Dunia Digital di Masa New Normal”.

Live Seminar ini digelar Rabu (12/8/2020) yang diisi oleh para narasumber handal di bidangnya, yaitu: Loto Srinaita Ginting, Staf Ahli Bidang Keuangan Dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN; Sunil Tolani, Entrepreneur, Startup Business Mentor, NLP Practioner dan Pakar Digital Marketing;

Garniasih, Pakar Digital Branding Digital Branding Strategist LAB.ID; Hendy Setiono, Motivator dan Owner Kebab Baba Raffi; Aidil Wicaksono, Gapura Digital & Womenwill Google Indonesia; serta Ivander Wijaya, Senior Lead RGX Tokopedia Sumatera – Greater Jakarta Area

Di antara program kemitraan yang ada di Kimia Farma yaitu, yaitu di sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan jasa. Hingga saat ini, jumlah Mitra Binaan aktif Kimia Farma di seluruh Indonesia sebanyak 958. Sedangkan jumlah Mitra Binaan Kimia Farma untuk sektor food, fashion & craft sebanyak 241.

Juga, Farma memiliki program CSR, yaitu Program tanggung jawab sosial perusahaan, yang dirancang sendiri oleh Kimia Farma sesuai dengan bisnis perusahaan, seperti Klinik Apung dan BASECAMP (Beasiswa Social Project Camp).

Sejak 27 Maret 2019, PT Phapros Tbk atau Phapros resmi menjadi anak perusahaan PT Kimia Farma Tbk melalui Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham PT Phapros Tbk antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dengan PT Kimia Farma Tbk.

Phapros sendiri merupakan perusahaan farmasi yang berdiri sejak 21 Juni 1954 di Semarang, Jawa Tengah. Phapros telah memproduksi lebih dari 250 macam produk yang diklasifikasikan dalam kelompok etikal branded, etikal generik, Over The Counter (OTC), dan agromed.

Selain itu, Phapros juga telah memperluas lingkup bisnisnya pada sektor alat kesehatan, toll manufacturing, dan kerja sama ekspor. Perseroan berkomitmen memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.

Bila ada hal-hal yang ingin dikonsultasikan dan ditanyakan, bisa menghubungi contact center Kimia Farma Care di nomor 1-500-255, dari Senin – Minggu pukul 07.30 – 21.00 WIB (pulsa lokal).

Melalui contact center tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat dan informasi lainnya. ***

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *