Alsya Nadine: Menanti Dampak ke Ekonomi RI dari Obral Bunga

oleh
Alsya Nadine.

JAKARTA, REPORTER.ID – Pasti masih ingat dengan beleid Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang pada Juni 2020 lalu menerbitkan peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 65 mengenai pemberian subsidi bunga atau margin untuk kredit dan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam beleid tersebut disebutkan subsidi bunga maupun margin diberikan kepada debitur ‘UMKM’ dengan plafon pemberian subsidi paling tinggi Rp 10 miliar, dan kinisubsidi bunga tersebut telah berjalan 2 bulan, apakah implementasi telah mencapai sasaran? Apakah efeknya sudah dirasakan pengusaha dan mengurangi beban pengusaha dalam memutar usahanya di sektor UMKM? Apakah telah membantu dalam memutar perekonomian Indonesia di masa pandemik ini?

“Sebuah pertanyaan yang jika dikombinasikan dengan turunnya EIDO sebesar -0.21% diprediksi membuat IHSG Jumat ini akan bergerak dalam kisaran terbatas seperti halnya perdagangan Kamis kemarin ditengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Covid-19,” kata Analis Pasar Modal, Alsya Nadine di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dimana dihari Kamis, ada +2,098 orang terjangkit Corvid-10, sehingga sejauh ini korban terjangkiti Corvid-19 mencapai 132,816 orang (sukses jauh mengungguli China, diduga sebagai negara asal-muasal Virus Corona) dengan penambahan korban tewas di hari Kamis sebanyak +65 orang sehingga sejauh ini jumlah korban tewas sudah mencapai 5,968 orang, menuju 6,000 orang tewas dalam waktu dekat ini (Fatality Rate sebesar 4.49%), lanjutnya.

Menurut Nadine yang memperdalam ekonomi pada Université Paris Nanterre – Perancis, IHSG kami perkirakan bergerak pada 5,199 – 5,284 adapun saham-saham yang direkomendasikan hari ini adalah INDF EXCL UNVR MIKA PGAS ICBP TLKM AALI GGRM JSMR.

Secara umum, kata Nadine, bursa saham di developed economies bergerak bervariasi. Bursa saham benua kuning bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin. Indeks Hang Seng ditutup flat sebesar -0.05%, lalu indeks Shanghai ditutup flat +0.04% dan Indeks Kospi ditutup menguat +0.21%. Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah sebesar -0.29% di level 27,896 hal ini sejalan dengan pelemahan S&P 500 sebesar -0.20%. Wall Street ditutup bervariasi meski data pengangguran AS yang turun menjadi 963,000 dibanding periode sebelumnya berada di angka 1,191,000 kabar dari data pengangguran yang membaik ini nampaknya belum mampu memacu kenaikan bursa saham AS. Dari pasar komoditi, harga Coal menguat sebesar +0.81% harga Nickelmelemah -1.10% dan harga Minyak Mentah WTI Crude Oil melemah -1.01%.

“Pada perdagangan 13 Agustus IHSG ditutup menguat sebesar +0.11 kelevel 5,239 Sentimen penggerak pasar hari ini diantaranya bursa saham AS yang ditutup bervariasi membawa kabar negatif pada perdagangan hari ini, sentimen negatif tambahan dari perkembangan hubungan antara AS dan China yang menark untuk dicermati. Sementara dari dalam negeri terdapat sentimen negatif keputusan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB selama dua minggu kedepan, pungkas Nadine yang juga mempelajari ekonomi di University of Miami, USA. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *