Sukses Kurangi Emisi Gas, Indonesia Terima Pendanaan US$ 103,78 Juta

oleh
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

JAKARTA, REPORTER.ID – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengatakan, Indonesia mendapatkan pengakuan dari komunitas global atas keberhasilan pengurangan emisi gas rumah kaca dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.

“Hal ini tercermin dari persetujuan dari Global Climate Fund (GCF) untuk mengucurkan dana US$ 103,78 juta,” ungkap Menteri Siti dalam konferensi pers secara virtual di Kantornya, Kamis (27/8/2020).

Adapun pembiayaan itu, lanjut Siti Nurbaya, didapatkan dengan skema Result Based Payment (RBP) atau pembayaran berbasis hasil kinerja terhadap program Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation+ (REDD+).

“Hal ini menjadi bukti komitmen dan kinerja Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim,” ucapnya.

Pembayaran berbasis hasil kerja atas keberhasilan penurunan emisi yang laporannya telah diverifikasi oleh tim teknis independen yang ditunjuk oleh sekretariat GCF.

“Jadi ini bukan klaim Indonesia sepihak tetapi iklim yang telah diverifikasi kebenaran data dan konsistensi metodologinya oleh tim teknis independen,” tambah Siti.

Politisi dari Partai NasDem ini mengatakan salah satu indikator yang dinilai adalah penurunan laju deforestasi. Terjadi penurunan deforestasi yang cukup besar pada tahun 2011 sampai 2017. Penurunan di tahun tahun tersebut lebih tinggi dari tahun 2003 sampai 2009.

“Sebab sejak tahun 2011 pemerintah memiliki agenda moratorium perizinan baru pada pada kawasan hutan primer dan gambut,” demikian Menteri Siti Nurbaya. ***

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *