Tinjau Rawa Wadas, Walikota Anwar Perintahkan Bikin Saluran ke BKT dan Stop Sampah

oleh
Walikota Jakarta Timur Mohammad Anwar datang memberikan pengarahan.

JAKARTA, REPORTER.ID- Menanggapi keluhan warga RT 003/03 Pondok Kopi atas gundukan sampah dan puing puing yang menyebabkan banjir dan pencemaran lingkungan, Jumat (5/3/2021), maka Minggu (7/3/2021) pagi sekitar 60 personil dari Sudin/Satpel Lingkungan Hidup, UPK Badan Air, PPSU Kelurahan Pondok Kopi, unsur SDA dan pejabat setempat melakukan aksi kebersihan.
Lurah Pondok Kopi Rasikin, Ketua RW 03 Pondok Kopi (Kampung Rawa Wadas) H Suryadi dan Ketua RT 003/03 Pondok Kopi Sayadi hadir dan ditinjau Asisten Ekonomi dan Pembangunan Jakarta Timur Kusmanto.
Tepat jam 10.00, saat kondisi lahan seluas 4.300 an M2 itu relatif bersih, Walikota Jakarta Timur Mohammad Anwar datang memberikan pengarahan.
“Di sini tak boleh dibuangi sampah lagi. Kalau tanah urug dan lainnya tidak masalah. Tapi jangan kumuh,” kata Walikota Anwar. Diharapkan semua pihak ikut menjaganya.
Untuk mengatasi banjir di permukiman 100 KK warga di sebelah selatan lahan tersebut, Walikota memerintahkan agar di lahan itu dibuat saluran yang lurus ke gorong gorong BKT sepanjang 70 meter dengan lebar minimal 60 cm.
Sesaat sebelumnya, Asisten Ekbang Jakarta Timur Kusmanto memerintahkan agar ban ban bekas yang menumpuk di lahan tersebut dibuang. “Itu sumber penyakit,” tandasnya. Sebab bila musim hujan ban ban bekas itu menjadi sarang nyamuk dan jentik jentik. Sedang bila terang sering dibakar orang tak bertanggungjawab yang asapnya membuat warga terancam penyakit ISPA.
Kusmanto menilai usul warga minta saluran lurus ke BKT tepat, namun Lurah diharapkan mengurusnya kepada pemilik lahan.
Anggota FKDM Pondok Kopi Mohammad Subur merasa lega keluhan warga RT 003/03 ditanggapi positif pihak pemerintah. Warga, kata Subur tak punya kemampuan untuk mengatasi sendiri masalah seperti itu. “Kalau Walikota kan punya otoritas. Jadi lebih mudah. Kalau warga kan nggak mungkin. Pemilik lahan sih untung terus,” tutur Subur.
Lurah Pondok Kopi Rasikin menjelaskan kepada wartawan, lahan itu milik pribadi seluas sekitar 4.300 m2 menurut rencana akan dijual ke Pemprov DKI Jakarta untuk tanah pemakaman.
“Jadi nanti nyambung dengan TPU itu,” kata Rasikin sambil menunjuk arah timur yaitu Taman Pemakaman Umum Malaka.
Karena itu sekarang ini lahan tersebut sedang diurug karena tadinya rendah bekas sawah.
Amid dari Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Duren Sawit dan Hasanudin dari UPK Badan Air menjelaskan pihaknya menurunkan 20 personilnya dan 3 kendaraan truk besar dan kecil. Hari itu secara gabungan berhasil mengangkut sampah 7 m3 dari lahan tersebut.
“Truk yang datang kemari hari Jumat itu bukan milik kami. Banyak yang menuduh kami,” kata Hasanudin yang dibenarkan Amid.
Truk LH dan UPK Badan Air ada tulisan dan logonya serta berplat merah. Sedang yang membongkar muatannya Jumat lalu truk dengan ciri ciri lain.
Saat sedang kerja bakti ada 2 truk datang membawa kayu kayu bekas dan puing puing ditolak petugas.
(PRI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *