PT Sido Muncul-NU Circle Bangkitkan Ekonomi Pesantren dalam Program Santri Tani

  • Bagikan

PASURUAN, REPORTER.ID  – Untuk menggerakkan pesantren sebagai bagian dalam rantai industri pertanian, kini hasil pertanian di hulu tidak akan langsung dikirim ke pesantren.

Tetapi pesantren akan menggerakkan alumni santri untuk mengolah hasil pertanian sehingga memiliki nilai tambah sebelum dikirim ke industri. Terobosan baru tersebut dilakukan NU Circle didukung
PT Sidomuncul untuk meningkatkan kesejahteraan warga Nahdliyin tersebut.

“Kolaborasi NU Circle dengan PT Sido Muncul ini akan nenjadi acuan untuk menggerakkan ekonomi pesantren, meningkatkan kesejahteraan alumni santri dan masyarakat di lapisan bawah. Dengan demikian pesantren menjadi episentrum pendidikan agama sekaligus sebagai pengungkit kebangkitan ekonomi masyarakat pra sejahtera nahdliyin,” tegas Ketua Umum NU Circle Dr. Gatot Prio Utomo hari ini Jumat (3/12/2021).

Dalam keterangan tertulis yang diterima, hari ini Tim Santri Tani NU Circle bersama PT Sido Muncul melakukan survei lahan dan kunjungan ke Pondok Pesantren Salafiyah Al Choliliyah, Lekok, Pasuruan, pimpinan Gus Ridwan.

Dari Tim Santri Tani hadir Desrindra Syahfarin dan Endro Soeprasto. Tim PT Sido Muncul langsung dipimpin Public Relation Officer PT Sido Muncul Bambang Supartoko. Dalam kesempatan ini hadir pula peraih Kalpataru 1998 H. Machrus Sholihin.

Gus Pu, panggilan Gatot Prio Utomo, mengapresiasi peran PT Sido Muncul dalam menggerakkan dan menumbuhkan ekosistem industri pertanian di pesantren. Kerjasama ini diharapkan segera menghasilkan portofolio terbaik. Konkret membantu pesantren dan meningkatkan kesejahteraan warna nahdliyin.

“NU Circle mengapresiasi peran penting PT Sido Muncul dalam ikut menggerakkan program Santri Tani. Kami sangat berharap semua hasil diskusi dapat diimplementasikan di lahan yang telah disurvei agar bisa menjadi tempat mengolah seluruh hasil pertanian sebelum dikirim ke Sido Muncul,” katanya.

Public Relation Officer Bambang Supartoko menegaskan komitmennya untuk menggandeng pesantren dan memberdayakan pesantren. “Kami merelakan proses industri di hilir untuk dikerjakan di hulu sekaligus untuk memberdayakan ekonomi umat,” tegas Bambang.

Banyak hal yang bisa dikerjakan oleh pesantren sebagai added value hasil pertanian. Para santri dapat diedukasi agar memiliki keterampilan di bidang pertanian, mulai penanaman, panen dan pascapanen, terutama pengolahan pascapanen.

PT Sido Muncul nantinya akan menerima hasil-hasil pertanian yang telah diolah, seperti dibersihkan, dipotong dan dikeringkan, oleh pesantren. Proses ini dapat dilakukan pesantren.

“Bambang menyatakan kolaborasi dengan masyarakat nahdliyin sangat menyenangkan. Sebab, semua kebaikan yang dilakukan bernilai ibadah. “Kebaikan yang dikerjakan oleh orang NU itu semuanya ibadah,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *