KPPI Gelar Kongres VI, Kanti Janis Terpilih Sebagai Ketua Presidium

oleh
Presidium KPPI Periode 2021-2026 hasil Kongres ke-VI.

JAKARTA, REPORTER.ID – Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) menggelar Kongres VI KPPI 2021. Kongres yang mengusung tema `Perempuan dan Kepemimpinan Transformatif untuk Indonesia Bermartabat’ tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat dan dimulai pada Minggu (12/12/2021).

Kongres dihadiri oleh ratusan peserta Kongres yang berasal dari 34 DPD KPPI, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, peninjau dari utusan 9 partai politik yang memiliki perwakilan di DPR RI, Steering Commitee (SC), Organizing Committe dan undangan khusus.

Tidak hanya hadir secara offline, namun sejumlah pengurus KPPI dan peserta kongres juga hadir melalui zoom meeting mengingat kongres dilaksanakan masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Kongres dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga saat membuka secara resmi ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam pidatonya Bintang berharap, anggota yang datang dari daerah dan berbeda partai dapat mengesampingkan ego dan kepentingan golongan.

“Saya mengapresiasi Kongres VI KPPI yang dilaksanakan dengan penuh kebersamaan oleh seluruh perwakilan KPPI dari setiap daerah dari beragam partai,” tegasnya.

Menurut Bintang, untuk mencapai kemajuan bersama, tentunya kemajuan seluruh perempuan Indonesia. Ia menilai, KPPI dapat membangkitkan perempuan dalam sektor-sektor yang ada di segala aspek dan utamanya di ranah politik. Terlebih, keseteraan merupakan salah satu cita-cita bangsa.

“Perempuan masih dikategorikan sebagai kelompok rentan, yang termaginalkan. Kesenjangan inilah yang menjadi PR bersama. Harus kita carikan solusi bersama-sama, kita harus bergerak bersama dan peranan KPPI menjadi sangat penting,” tegas Bintang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP KPPI 2016-2021, Dwi Septiawati Djapar dalam sambutan acara menyampaikan, KPPI terus meneguhkan perjuangan Demokrasi Indonesia.

Terlebih dalam mewujudkan gerakan politik perempuan yang adil, setara gender, dan bermartabat dengan tujuan akhir pada kontribusi dan peran serta perempuan dalam membangun demokrasi politik Indonesia.

Kongres VI KPPI berhasil menggolkan perubahan sistem kepemimpinan dalam kepengurusan KPPI menjadi sistem presidium nasional dari yang sebelumnya Ketua Umum.

Lima presidium yang dipilih dalam Kongres merupakan peserta kongres yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Pusat masing-masing parpol yang memiliki perolehan kursi terbanyak di DPR RI, yakni: Kanti W. Janis – PDIP, Rahayu Saraswati – Gerinda, Saniatul Latifah – Golkar, Irma Suryani Chaniago – Nasdem, dan Hindun Anisa – PKB.

Adapun di jajaran pengurus lainnya, Sekretaris Jenderal dipegang oleh perwakilan KPPI dari Partai Demokrat, Wakil Sekjen dari perwakilan KPPI dari PKS, Bendahara Umum dari perwakilan KPPI dari PAN, dan Wakil Bendahara perwakilan KPPI dari PPP.

Dalam sambutan setelah ditetapkan sebagai ketua presidium periode I, Kanti W.Janis, S.H., LL.M mengatakan, KPPI adalah wadah konsolidasi para perempuan yang aktif di gerakan politik.

“Bukan ajang kontestasi. Di sini adalah tempat para perempuan bersatu untuk menggodok dan mendorong kebijakan-kebijakan pro kesetaraan gender.” ungkap Kanti.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, terbentuknya sistem presidium adalah awal yang baik untuk memulai ikatan persaudaraan sisterhood di antara para kader perempuan parpol-parpol di Indonesia.

“Perjuangan yang sebenarnya baru akan dimulai sesudah kongres selesai. Para anggota KPPI harus bersatu untuk melawan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan serta kaum marjinalm” Katanya.

Kanti mengharapkan, ke depan KPPI menjadi salah satu garda terdepan dalam perjuangan bagi kesetaraan dan persamaan, keadilan, solidaritas dan kebhinekaan.

“KPPI harus berkomitmen dan menaruh visi kemanusian dan keadilan lebih tinggi dari apapun. Melawan segala bentuk penindasan, pengekerdilan, pengasingan, dan diskriminasi dalam bentuk apapun terhadap perempuan.” tutupnya.

Kongres KPPI VI juga dihadiri sejumlah tokoh perempuan nasional di antaranya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, ketua presidium Kaukus Perempuan Parlemen RI/anggota DPR Diah Pitaloka, Ketua Umum Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika Nia Sjarifudin, dan sejumlah tokoh lain. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.