Ardhya Pratiwi: Puasa di Tengah Pandemi Momentum Penguatan Beribadah Kepada Allah SWT

oleh
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ardhya Pratiwi Setiowati, SE., M.Sc.

CIAMIS, REPORTER.ID – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ardhya Pratiwi Setiowati, SE., M.Sc mengajak masyarakat untuk menjadikan ibadah puasa Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 ini, sebagai momentum menguatkan diri dalam beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama untuk saling membantu serta meningkatkan ibadah secara ‘kaffah’ atau totalitas.

“Dengan puasa ini, kita dapat membentuk kesalehan individu dan sosial. Tidak hanya shalat berjamaah, ibadah lain seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan kepedulian sosial dengan bahu membahu membantu sesama yang membutuhkan pertolongan,” ujar Ardhya Pratiwi Setiowati saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan ratusan pemuda dan tokoh agama di Desa Mekarjaya, Ciamis-Jawa Barat, Sabtu kemarin (16/4/2022).

Puasa Ramadhan, masih disampaikan Ardyah, merupakan momentum bagi umat Islam untuk melatih diri dan membumikan kesalehan sosial. Kesalehan sosial merupakan kepedulian kepada nilai-nilai Islami yang bersifat sosial, seperti membantu orang lain, silaturahmi, menunaikan zakat, infak dan sedekah, memberi donasi kepada yang membutuhkan, bersikap sopan dan santun pada orang lain, dan lain-lain.

Kesalehan sosial dengan demikian, menurut Legislator dari Partai Gerindra itu, adalah suatu bentuk kesalehan yang tak cuma ditandai oleh shalat, puasa, dan haji, melainkan juga ditandai oleh seberapa besar seseorang memiliki kepekaan sosial dan berbuat kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman dalam kehiduapan sosial.

“Kesalehan sosial dapat dicapai jika kita mampu menanamkan secara teguh kesadaran akan kehadiran orang lain dalam diri kita. Ibadah puasa menekankan sikap kesetiakawanan sosial dan solidaritas yang tinggi terhadap orang lain sebagai perwujudan tingkat takwa yang diliputi oleh ketulusan dan keihlasana,” tuturnya lagi.

Ibadah puasa, menurut Ardhya, juga dapat mewujudkan kesalehan sosial yang tinggi seperti pengendalian diri, kedisiplinan, kejujuran, kesabaran, dan solidaritas. Ibadah puasa tidak hanya membentuk manusia yang lebih bertakwa dari segi ritual (hablum minallah) tapi juga membentuk manusia lebih bertakwa dari segi ibadah sosial (hablum minannas).

“Dengan demikian ibadah puasa menjadikan manusia memiliki kesalehan individu dan kesalehan sosial,” ujar dia seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berlomba-lomba saling mengulurkan tangan, membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

.Dalam kesempatan itu, Ardhya juga mengingatkan bahwa pandemi ini belum bberakhi, karena itu semua pihak harus memiliki kesadaran dan saling mengingatkan untuk mentaati protokol kesehatan yang sudah dicanangkan pemerintah. Minimal menerapkan 3 M: memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan.

“Mari kita berdoa bersama agar Covid-19 ini segera berlalu dan kita bisa beraktivitas secara normal,” ujar Ardhya yang diaminkan peserta Sosialisasi Empat Pilar.

Lebih lanjut, Ardhya menekankan bahwa makna puasa relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Puasa merupakan bentuk ketaatan hamba pada Tuhan juga bentuk kepedulian sesama, mengajarkan peduli dan empati terhadap orang lain.

“Kesejahteraan harus dirasakan oleh semua pihak. Oleh karena itu puasa bukan hanya membentuk kesalehan individual, tapi juga membentuk kesalehan sosial,” imbuhnya.

Di akhir paparannya, Ardhya mengajak masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan berpegang teguh pada empat pilar kebangsaan, maka persatuan Indonesia tetap terjaga.

Adapun Empat Pilar MPR yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideolagi Negara. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. ***