HUT ke 47 Museum Wayang Dirayakan dengan OTW dan Pergelaran Rama Tambak

oleh
Pergelaran wayang golek

JAKARTA, REPORTER.ID- Hari ulang tahun ke 47 Museum Wayang di Jl Pintu Besar Utara, Kota Tua Jakarta dirayakan dengan berbagai kegiatan. Tepat pada HUT-nya Sabtu 13 Agustus 2022 diselenggarakan Obrolan Tentang Wayang (OTW) dengan topik Wayang Revolusi. Sedang berikutnya Minggu (14/8) diselenggarakan pergelaran wayang golek Sunda dengan dalang Ki Bima Arya mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang pernah juara nasional dalang remaja tahun 2016 semasih pelajar SMP.

Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang Sumardi, S.Sos, mengungkapkan itu usai pergelaran wayang golek tersebut Minggu (14/8) dengan cerita Rama Tambak.

“OTW topiknya Wayang Revolusi dengan narasumber dalang Ki Wahyu Dunung Raharjo. Sementara sebagai pembukaan oleh Bu Sri Kusumawati, Kepala UP Museum Seni Jakarta dengan sambutannya dan sebagai pembahas saya sendiri,” kata Sumardi.

Wayang revolusi adalah wayang kulit karya RM Sadjid seorang abdi Kasunanan Surakarta tahun 1945-1960. Yang diwayangkan tokoh tokoh pahlawan kemerdekaan bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, Mohamad Yamin, Jendral Soedirman, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, dan Imam Bonjol serta tokoh tokoh lawan sejamannya.

Menurut catatan Reporter, wayang revolusi yang asli pernah menjadi koleksi Museum voor Volkenkunde Rotterdam, Negeri Belanda. Diboyong ke Museum Wayang tahun 2005 oleh Walikota Rotterdam dan diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Kini Museum Wayang menyimpan 96 wayang revolusi asli dan 145 wayang revolusi replika.

Mengenai pergelaran wayang golek Sunda hari Ahad itu Sumardi melihat cukup mengesankan pengunjung. Tercatat hari itu ada 545 orang pengunjung. Termasuk 34 orang wisman, terbanyak dari Jepang (5), Rumania, Italia, Swiss, Kanada dan Amerika Serikat.

Tampak penonton tertarik adegan Hanoman saat memimpin pasukan kera membendung laut dan harus melawan tentara raksasa Alengka.

“Dalang Bima Arya ini berprestasi sejak kanak kanak. Dia sudah 5 kali tampil di sini sejak sebelum pandemi,” kata Sumardi yang juga menjabat Ketua II PEPADI DKI Jakarta itu.

Jajat Sudrajat ayah Bima Arya mengakui minat putra kedua dari 4 anaknya itu terlihat saat berumur 3 tahun. “Mulai belajar mendalang umur 8 tahun waktu di Bandung,” kata Sudrajat anggota PEPADI DKI ini.(PRI).