Bamsoet : Ojo Kesusu dan Terlalu Fanatik Beri Dukungan Pada Capres-Cawapres 2024

oleh
oleh

Indra Bambang Utoyo dan Bambang Soesatyo (Ist)

Wakil Ketua Umum FKPPI Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengingatkan kader FKPPI ojo kesusu atau jangan buru-buru dan terlalu fanatik dalam memberikan dukungan terhadap pasangan capres-cawapres 2024. Karena komposisi capres dan cawapres masih sangat dinamis. Apapun bisa saja terjadi menjelang pendaftaran pasangan Capres-Cawapres pada Oktober 2023.

“Dukunglah capres – cawapres kita dengan sewajarnya. Tidak perlu fanatik menganggap pilihannya paling benar sementara yang lainnya salah. Karena siapapun yang akhirnya resmi diusung oleh koalisi parpol menjadi pasangan Capres dan Cawapres, merupakan putra/putri terbaik bangsa. Tugas kita sebagai rakyat, adalah mendukung dan memilihnya secara bijak. Jangan korbankan ikatan kebangsaan, hanya demi dukungan politik sesaat. Jangan korbankan soliditas kebangsaan, hanya demi kekuasaan,” ujar Bamsoet saat menyampaikan materi dalam Rakernas dan Rapimnas Keluarga Besar FKPPI, di Lagoon Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta.

Tokoh-tokoh yang hadir dalam acara tersebut, mantan Wapres Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Wakil Asisten Teritorial TNI Laksma TNI Suharto, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo, Wakil Ketua Umum FKPPI Indra Bambang Utoyo, Sekjen FKPPI Anna R. Legawati, serta para pengurus pusat dan daerah FKPPI lainnya.

Bamsoet yang Ketua MPR ini mengingatkan, siapapun yang terpilih menjadi presiden – wakil presiden RI, sepatutnya melanjutkan program pembangunan yang telah dijalankan Presiden Jokowi. Untuk memastikan agar berbagai program pembangunan tersebut tidak mangkrak, MPR RI sedang mempersiapkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai payung hukum yang memastikan berbagai program pembangunan jangka panjang Indonesia tidak berhenti di tengah jalan.

“Salah satu manfaat besar PPHN yakni memastikan pembangunan IKN Nusantara tidak berhenti pasca Presiden Joko Widodo tidak lagi menjadi Presiden RI. Karena jika hanya diatur melalui Undang-Undang, pembangunan IKN Nusantara rawan ditorpedo melalui Perppu maupun diajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi. Bayangkan jika pemimpin selanjutnya tidak mau melanjutkan pembangunan IKN Nusantara, sudah berapa banyak uang rakyat yang terbuang sia-sia,” jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menekankan, sebagai organisasi yang lahir dari rahim TNI dan Polri, keluarga besar FKPPI wajib menjaga dan setia pada Sapta Marga sebagai doktrin prajurit TNI serta Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi doktrin anggota Polri. Karenanya, keluarga besar FKPPI yang maju dalam kontestasi Pemilu 2024, dari mulai DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi hingga Kabupaten/Kota, wajib turut serta menjaga kondusifitas bangsa.

“Keluarga Besar FKPPI tidak boleh menjadi bagian dari perusak ikatan kebangsaan. Kehadiran keluarga besar FKPPI dalam kontestasi Pemilu 2024 adalah untuk menjaga agar Pemilu 2024 dapat berjalan secara luber dan jurdil  (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil), penuh dengan kedamaian dan sukacita. Keterlibatan keluarga besar FKPPI dalam berbagai kontestasi Pemilu 2024 merupakan bagian dari ikhtiar untuk turut serta terlibat langsung dalam pembangunan bangsa, bukan untuk menjadi pemecah belah ikatan kebangsaan,” pungkas Bamsoet sembari tertawa. (HPS)