Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Alfons Manibui Ajak Masyarakat Tingkatkan SDM Di Papua Barat

oleh

PAPUA.BARAT,REPORTER.ID  – Anggota DPR/MPR RI Alfons Manibui menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampung Lama, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Papua Barat, utamanya di Teluk Bintuni.

Kegiatan yang dihairi tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda, perempuan, serta kader Golkar di sekitar Teluk Bintuni ini antusias mengikuti pemaparan materi kebangsaan dan sesi dialog interaktif.

Alfons Manibui menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak boleh terlepas dari akar budaya dan struktur sosial masyarakat adat. “Papua harus dibangun dari kampung. Kampung adalah jantung kehidupan masyarakat adat. Jika kampung kuat, maka Papua akan kuat,” tegas Alfons, di Kampung Lama Kab. Teluk Bintuni Prov. Papua Barat, pada Selasa (3/2/2026).

Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya telah hidup dalam praktik keseharian masyarakat Papua. “Gotong royong, musyawarah, menghormati alam, serta menjaga persaudaraan itu adalah nilai Pancasila yang sudah lama menjadi bagian dari budaya kita. Tinggal bagaimana kita memperkuat dan mengaktualisasikannya dalam pembangunan,” tegasnya.

Alfons menjelaskan bahwa 4 Pilar MPR RI meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, keempat pilar tersebut bukan sekadar materi hafalan, melainkan pedoman dalam setiap pengambilan kebijakan dan tindakan di tengah masyarakat.

“Empat Pilar ini adalah fondasi kebangsaan kita. Tanpa pemahaman yang kuat, kita mudah terpecah oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pelibatan tokoh adat dalam setiap proses pembangunan. “Pemerintah tidak boleh berjalan sendiri. Tokoh adat harus dilibatkan karena mereka adalah penjaga nilai dan norma di tengah masyarakat. Pembangunan yang menghormati adat akan melahirkan kepercayaan dan partisipasi,” ujar Alfons.
Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan aspirasi terkait pendidikan, infrastruktur, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Menanggapi hal tersebut, Alfons menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Setiap masukan yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan di tingkat pusat. Tugas kami di MPR dan DPR adalah memastikan suara masyarakat Papua didengar,” ungkapnya.

Ia juga mengajak generasi muda Papua untuk menjadi agen perubahan yang berlandaskan nilai kebangsaan. “Anak-anak muda Papua harus percaya diri, berpendidikan, dan tetap berakar pada budaya sendiri. Jangan pernah tinggalkan jati diri, karena dari situlah kekuatan kita sebagai bagian dari NKRI,” tutup Alfons Manibui.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Empat Pilar semakin kuat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan Papua yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan berbasis kampung dan kearifan lokal