ALZIER MINTA POLDA LAMPUNG LIBAS PELAKU KRIMINAL YANG RESAHKAN MASYARAKAT

oleh
oleh

Tokoh masyarakat dan Mustasyar PWNU Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie (foto : Ist)

 

JAKARTA, REPORTER.ID — Tokoh masyarakat yang juga Mustasyar PWNU Provinsi Lampung, M. Alzier Dianis Thabranie meminta Polda Lampung melibas pelaku curanmor, begal, jambret dan lainnya yang kian marak dan resahkan masyarakat. “Saya minta Kapolda Lampung, Bapak Irjen Helfi Assegaf dan segenap jajarannya lebih tegas terhadap pelaku tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Tangkap dan libas mereka, karena perilakunya makin brutal dan sadis sehingga membahayakan keselamatan masyarakat ,” tegas Alzier, Minggu (17/5).

Menurut Alzier, pelaku tindak kriminal seperti pelaku curanmor, begal, jambret dan sebagainya makin nekat, brutal dan sadis dalam menjalankan aksinya. Mereka tak  ada takutnya, tidak hanya merampas harta korban, mereka tak segan-segan melukai bahkan membunuh korbannya. Seperti yang terjadi pada Sabtu (9/5) lalu, seorang anggota Sat Intel Polda Lampung, Brigpol Arya Supena yang sedang bertugas ditembak pelaku curanmor hingga tewas.

“Pelaku kriminal sudah keterlaluan, nggak ada takutnya, sadis dan meresahkan masyarakat. Terhadap polisi saja tak takut bahkan membunuhnya, apalagi kepada rakyat  biasa. Saya mohon jajaran Polda Lampung lebih tegas, lebih berani. Jangan ragu-ragu terapkan SOP (standar operasional prosedur,red), tembak di tempat pelaku kriminal tersebut meresahkan masyarakat,” tutur Alzier.

Alzier setuju bila Polda Lampung membentuk Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam seperti yang dilakukan Polda Metro Jaya untuk merespons cepat kejahatan jalanan, khususnya begal yang sangat meresahkan masyarakat. Demi ketenangan masyarakat tak masalah Polda Lampung memburu begal yang kian merejalela ini.

‘’Kenapa? Ya, supaya langkah ini bisa menimbulkan efek jera dan menjadi peringatan  bagi pelaku lain segera menghentikan aksi kriminal mereka.  Sehingga kedepan tercipta rasa aman di tengah masyarakat dalam menjalankan semua aktifitasnya,’’ ujar Alzier.

‘’Dengan terciptanya rasa aman, pengusaha atau pemodal akan masuk dan mengembangkan usahanya, berinvestasi di Lampung sehingga berdampak pada terciptanya lapangan kerja,” imbuh  Alzier yang Ketua Dewan Penasehat Kadin Provinsi Lampung dan Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Provinsi Lampung ini. (HPS)