Komisi III DPR Desak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan Tidak Tutup-tutupi Kasus Kematian Mantan Istri Polisi

oleh -11 Dilihat

JAKARTA,REPORTER.ID – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Kapolrestabes Medan untuk mengusut tuntas kematian mantan istri Polri, yang kabarnya bunuh diri dengan senjata api. Menyadari ada kejanggalan, maka aparat harus mengusut tuntas, transparan dan tidak perlu ada yang ditutup-tutupi dalam kasus itu.

“Komisi III DPR mendesak Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan dan jajaramnya untuk mengusut tuntas kematian mantan istri Polri Brigadir I itersebut dengan tuntas, transparan dan tidak perlu ada yang ditutup-tutupi,” tegas Habiburokhman, Sabtu (8/8/2026).

Untuk mendukung langkah tersebut kata politisi Gerimdra itu, Komisi III DPR akan menggelar rapat dengan berbagai pihak terkait dalam waktu dekat ini. “Komisi III DPR akan menggelar rapat kerja dalam waktu dekat ini,” katanya singkat.

Sebelumnya isak tangis keluarga YL memenuhi ruang tengah rumah di salah satu jalan di  Kota Medan pada Rabu (5/8/2026). Ia begitu kehilangan anak pertamanya, wanita berinisial W (30), itu telah meninggal dunia.

“Pak Kapolri tolong lah, lihat anggotamu. Bagaimana ini terbuka lah. Tolong Pak Presiden. Pak Prabowo, Pak Gibran. Siapapun yang mendengar tolong lah bantu kami. Kami tidak punya kekuatan. Kami orang kecil. Selama ini dia kekuatanku,” ungkapnya.

Ia turut berucap bahwa sejauh ini pihaknya tak pernah diminta persetujuan agar tubuh anaknya diotopsi. Selain itu, hasil otopsi juga tak diterimanya sampai saat ini. Keluarga YL pun masih belum mendapat kepastian penyebab tewasnya W. “Dibuka lah ini ada apa. Sampai saat ini hasil otopsi kami gak ada dikasih. Gak ada dikasih tahu anakku dibelah-belah,” ujar YL.

Sebelumnya diberitakan, bahwa W ditemukan tewas dalam kamar mandi rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Kota Medan pada Minggu (2/8/2026).

Sejauh ini, Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak menduga W meninggal karena mengakhiri hidup dengan luka tembak di bagian kepala. Calvijn menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, di hari kejadian, korban, bersama anaknya inisial M (9), serta Brigadir I sedang berada dalam satu kamar. Brigadir I pun sempat keluar kamar sejenak lalu masuk lagi. Ia sempat menanyakan keberadaan korban kepada M. “Setelah itu, saksi I melihat tasnya sudah terbuka. Di dalamnya ada senjata api,” kata Calvijn saat diwawancarai di Polrestabes Medan pada Selasa (4/8/2026).

Brigadir I mendapati senpinya sudah tak ada di dalam tas. Belakangan didapati, korban ternyata sedang berada di dalam kamar tersebut. “Terjadi lah komunikasi yang sifatnya pencegahan dengan mengatakan jangan melakukan hal hal yang tak layak. Karena saksi I tahu persis kondisi korban,” ungkapnya.

Anak korban inisal M pun berkali-kali mengetuk pintu kamar mandir namun tak direspon.