LOMBOK,REPORTER.ID — Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mendorong penguatan destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya kawasan Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan, sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia. Menurutnya, wisatawan asing yang selama ini banyak mengenal Bali perlu diarahkan untuk turut mengunjungi destinasi wisata unggulan di NTB.
Ia menilai kawasan Gili memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan mancanegara dan berpotensi menjadi destinasi alternatif yang dapat memperluas sebaran kunjungan wisatawan di luar Bali. “Jadi sebetulnya kita tahu bahwa tempat Gili Meno ini dan juga Gili Air dan Gili Trawangan itu adalah tempat favorit sekarang, yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujar Saleh saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI di Gili Meno, Lombok, NTB, Senin (10/8/2026) petang.
Menurut Saleh, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Gili menjadi momentum yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi NTB sebagai salah satu tujuan wisata internasional. Terlebih, saat musim panas di Eropa, terjadi peningkatan mobilitas wisatawan mancanegara yang dapat menjadi peluang bagi destinasi wisata di Indonesia.
“Jadi karena ini menjadi tempat favorit dan sekarang sedang musim summer di Eropa dan karena itu banyak dari turis-turis mancanegara yang datang ke sini, maka tentu kita ingin tahu lebih jauh bagaimana kunjungan wisatawan mancanegara itu ketika mereka datang ke sini,” jelasnya.
Dalam konteks pemerataan wisatawan, Saleh menilai Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan destinasi yang selama ini sudah sangat populer, seperti Bali. Destinasi lain yang memiliki daya tarik kuat juga perlu diperkenalkan secara lebih luas kepada wisatawan mancanegara sehingga manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat di daerah lain.
“Sehingga wisatawan yang datang dari luar negeri tidak hanya kenal Bali saja atau tempat-tempat yang sudah sangat populer yang lainnya, seperti katakanlah Labuan Bajo misalnya. Jadi mereka nanti kita mungkin arahkan ke sini,” katanya.
Ia menegaskan, upaya mengarahkan wisatawan dari Bali ke destinasi wisata di NTB membutuhkan dukungan kebijakan dan pengelolaan yang baik. Karena itu, dalam kunjungan kerja tersebut Komisi VII DPR RI turut menyerap berbagai aspirasi pemerintah daerah mengenai program yang perlu diperkuat, kebutuhan anggaran, serta regulasi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata.
“Dan karena itulah kita menampung aspirasi, masukan dan juga hal-hal yang ingin dilakukan dan dibenahi oleh pemerintah kita. Mulai dari program kerjanya, penganggarannya sampai regulasinya,” ungkap Saleh.
Komisi VII DPR RI, lanjut Saleh, juga mendengarkan berbagai kebutuhan pemerintah daerah, termasuk dari Wakil Bupati Lombok Barat. Aspirasi tersebut menjadi bahan bagi Komisi VII DPR RI untuk melihat langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Kita dengar semua apa yang ingin mereka lakukan dan apa yang sudah mereka lakukan dan kira-kira ke depan apa yang mendesak dibutuhkan oleh mereka yang bisa dibantu oleh Komisi Tujuh,” tuturnya.
Saleh mengapresiasi tren peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan tersebut. Ia menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Gili Meno dan kawasan Gili lainnya memiliki daya tarik yang mampu bersaing dengan destinasi wisata internasional yang sudah lebih dahulu dikenal. “Alhamdulillah tadi kita merasa senang karena tingkat kunjungan wisatawan mancanegara semakin hari semakin baik. Nah ini tentu kan kabar baik kita,” ungkapnya.
Bahkan, Saleh menyebut tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut telah mencapai sekitar 1,4 juta orang per tahun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pariwisata NTB untuk menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus membuka peluang pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata. “Dan ini tingkat kunjungannya kan sudah sampai 1,4 juta setahun. Itu kan berarti besar. Jadi ini potensi yang sangat besar dalam rangka meningkatkan kerekonomian masyarakat,” pungkas Saleh.
