Setjen DPR Perkuat Perlindungan Kesehatan Pegawai Lewat Vaksinasi HPV

oleh -19 Dilihat

JAKARTA,REPORTER.ID  – Upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI dilakukan melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi pegawai perempuan. Kegiatan yang bekerja sama dengan KORPRI Pusat tersebut berlangsung di Gedung Nusantara 4, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Plt. Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini mengatakan vaksinasi HPV tidak sekadar menjadi kegiatan pemberian suntikan, tetapi bagian dari upaya pencegahan penyakit, khususnya kanker serviks. Menurutnya, pencegahan perlu dibangun menjadi kebiasaan sebelum seseorang mengalami gangguan kesehatan.

“Ini merupakan suatu kegiatan positif untuk membangun budaya sehat, khususnya para pegawai di lingkungan Setjen DPR agar dapat memproteksi diri terhadap penyakit-penyakit yang saat ini sangat mematikan,” ujar Suprihartini.

Ia menilai budaya hidup sehat juga berkaitan erat dengan produktivitas pegawai. Ketika kondisi kesehatan terganggu, kemampuan seseorang untuk menjalankan pekerjaan turut terdampak dan pada akhirnya dapat memengaruhi ritme kerja organisasi.

“Sekali lagi organisasi sehat itu juga didukung oleh sumber daya manusia yang sehat. Sumber daya manusia yang sehat juga didukung oleh faktor kesehatan dari individu-individu dalam organisasi,” ujarnya.

Suprihartini menambahkan, Setjen DPR RI juga akan terus mengupayakan kegiatan serupa bagi pegawai pria. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas perlindungan kesehatan bagi seluruh pegawai sehingga turut mendukung kontribusi Setjen DPR RI terhadap lembaga DPR.

Antusiasme pegawai terhadap kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi. Hingga sehari sebelum pelaksanaan, lebih dari 300 orang telah mendaftar dan pendaftaran masih terus berlangsung, termasuk dari kalangan keluarga pegawai.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan juga keluarga yang telah mengikuti kegiatan ini karena ternyata sudah terbangun budaya pola hidup sehat kita, bagaimana kita memproteksi diri ini juga,” tuturnya.

Ia pun mengimbau seluruh pegawai memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan bukan hanya memberi perlindungan bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga, lingkungan, serta mendukung kesehatan dan produktivitas dalam menjalankan tugas kedinasan.

Dalam kesempatan tersebut, Suprihartini turut menyampaikan apresiasi kepada KORPRI Pusat atas Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN. Ia juga mengapresiasi jajaran Setjen DPR RI, khususnya Bagian Layanan Kesehatan, para dokter, tenaga kesehatan, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan vaksinasi.

Pada pelaksanaannya, sebanyak 400 dosis vaksin HPV kuadrivalen atau HPV 4 strain disediakan bagi pegawai dan keluargabdi lingkungan Setjen DPR RI. Vaksin diberikan dalam tiga kali suntikan, dengan biaya Rp290 ribu untuk setiap suntikan.

Program tersebut turut dirasakan manfaatnya oleh Anggara Siregar, pegawai Setjen DPR RI, yang datang bersama istrinya untuk mengikuti vaksinasi. Ia menilai fasilitasi vaksinasi HPV menjadi bentuk perhatian yang bermanfaat bagi pegawai dan keluarga.

“Menurut saya, kegiatan vaksinasi dari Korpri Setjen DPR RI ini sangat bagus dan bermanfaat. Sebagai pegawai di Setjen DPR, saya mengucapkan terima kasih sudah memfasilitasi vaksinasi HPV ini untuk istri. Prosesnya juga mudah dan nyaman. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diselenggarakan,” kata Anggara.

Bagi sang istri, Tasya, program tersebut juga menjadi kesempatan yang menarik karena vaksinasi HPV masih relatif jarang ditemui dalam program kesehatan yang mudah diakses. Ia pun menilai biaya yang diberikan melalui program ini cukup terjangkau dibandingkan harga vaksinasi di luar.

“Excited ya soalnya di antara program-program kesehatan lain ini tuh masih jarang gitu. Ini good deal banget, biasanya kan di luar bisa 1,2 juta sekali suntik sedangkan ini setengahnya pun nggak,” ujar Tasya.

Program vaksinasi ini merupakan bagian dari Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN Perempuan yang diluncurkan Kementerian Kesehatan RI bersama KORPRI pada peringatan HUT ke-54 KORPRI, November 2025. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat pencegahan kanker serviks di kalangan ASN perempuan.

Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi perempuan Indonesia. Setiap tahun lebih dari 36.000 kasus baru terdeteksi dan sekitar 70 persen ditemukan dalam stadium lanjut. Indonesia menargetkan eliminasi kanker serviks pada 2030 dengan memperluas cakupan vaksinasi HPV sebagai bagian dari upaya mencapai target kesehatan nasional.