Kemarau Panjang Kalbar, Yuliansyah Komisi V DPR Imbau Pemda dan Kementerian Sinergi Tangani Krisis Air 

oleh -10 Dilihat

KUBURAYA KALBAR,REPORTER.ID  — Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, mengimbau Pemerintah Daerah Kalimantan Barat beserta seluruh pemangku kepentingan terus berupaya untuk memperkuat sinergi dalam menangani ancaman krisis air bersih akibat fenomena El Nino. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di wilayah Kalimantan Barat berpotensi berlangsung hingga awal November 2026.

“Dengan situasi El Nino saat ini, di mana kemarau menurut perkiraan BMKG bisa terjadi sampai awal November, kita mengimbau pemerintah daerah untuk mencarikan solusi-solusi untuk masyarakat,” ujar Yuliansyah di sela agenda kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Senin (24/8/2026).

Ia memaparkan bahwa penanganan krisis air memerlukan kolaborasi lintas instansi. Dari sisi teknis meteorologi, BMKG telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau penyemaian hujan buatan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer.

“BMKG sudah melakukan OMC, tapi itu juga tergantung benih-benih awan yang ada. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama stakeholder terkait untuk membantu warga yang terdampak kekurangan air bersih,” jelasnya.

Legislator Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa Komisi V DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal penanganan dampak kemarau panjang melalui fungsi pengawasan dan anggaran yang melekat pada lembaga legislatif. “Kita pasti bersinergi dengan pemerintah daerah bagaimana untuk mengatasi dampak ini. Salah satunya BMKG yang melakukan OMC, kemudian kita membantu masyarakat yang terdampak melalui program penyediaan sumur bor,” pungkasnya.