Pasca Demo Ricuh 27 Agustus, KMI Apresiasi Patroli Gabungan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya

oleh -9 Dilihat
oleh
Ketua Kaukus Muda Indonesia, Edi Homaidi.

JAKARTA, REPORTER.ID — Patroli gabungan Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan Jakarta setelah aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada 27 Agustus lalu. Kaukus Masyarakat Indonesia (KMI) menilai kehadiran aparat secara bersama-sama dapat mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memulihkan rasa aman masyarakat.

Ketua Umum KMI, Edi Homaidi mengapresiasi langkah kepolisian dan TNI yang mengintensifkan patroli di sejumlah titik Ibu Kota setelah aksi demonstrasi tersebut. Menurut dia, sinergi kedua institusi diperlukan untuk memastikan situasi keamanan tetap terkendali.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya yang langsung menggelar patroli bersama pasca insiden 27 Agustus. Ini bentuk keseriusan aparat dalam menjaga keamanan ibu kota,” ujar Edi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/9)/2026.

Menurut Edi, patroli gabungan tidak semata-mata berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap aksi anarkis susulan. Kehadiran personel TNI dan Polri di lokasi yang dianggap rawan juga dinilai memberikan kepastian keamanan bagi masyarakat yang kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Keberadaan aparat di titik-titik rawan sangat menenangkan masyarakat. Kami melihat ini sebagai komitmen TNI-Polri dalam melindungi warga dan aset negara,” katanya.

Aksi demonstrasi di kawasan DPR RI pada Kamis (27/8/2026) sebelumnya berakhir ricuh. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan menjadi sasaran perusakan, antara lain kamera pengawas atau CCTV, pos polisi, marka jalan, hingga pagar Gedung DPR/MPR.

Dalam penanganan kericuhan tersebut, Polda Metro Jaya mengamankan 322 orang yang diduga terlibat. Mereka terdiri atas 162 orang dewasa berusia 18-40 tahun dan 160 anak berusia 12-19 tahun.

Polisi juga menyita sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti, antara lain golok, gunting, pisau, ketapel, mata panah, rantai besi, dan tongkat bambu.

Edi Homaidi menilai kondisi pascakericuhan membutuhkan langkah pengamanan yang terukur agar potensi gangguan tidak berkembang menjadi persoalan baru. Patroli bersama TNI-Polri dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas sekaligus membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

Karena itu, ia mendorong patroli gabungan dilakukan secara rutin, khususnya di kawasan yang memiliki potensi menjadi lokasi aksi massa.

“Keamanan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mendukung penuh setiap langkah aparat yang bertujuan menjaga ketertiban dan melindungi warga dari aksi anarkis,” ujar Edi lagi.

KMI berharap sinergi Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya terus dipertahankan selama situasi pascademonstrasi masih membutuhkan perhatian. Pengamanan, menurut organisasi tersebut, perlu berjalan beriringan dengan upaya memastikan masyarakat dapat beraktivitas secara aman dan nyaman.

Hingga Kamis (3/9/2026), situasi keamanan di Ibu Kota berangsur kondusif. Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya masih melakukan pemantauan dan bersiaga terhadap potensi gangguan yang dapat mengancam keamanan serta kenyamanan warga Jakarta. ***