JAKARTA, REPORTER.ID – Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Hj Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi, mengingatkan warga Ibu Kota agar tidak panik maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi menyusul peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Nabilah meminta masyarakat hanya mengandalkan informasi dari kanal resmi pemerintah untuk mengetahui perkembangan aktivitas gunung api tersebut, termasuk informasi mengenai potensi dampaknya terhadap Jakarta.
“Jangan mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi, foto, atau video yang belum terverifikasi,” ujar Nabilah dalam imbauannya kepada warga Jakarta, lewat akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurut dia, masyarakat perlu memastikan setiap informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau berasal dari lembaga yang memiliki kewenangan, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Nabilah menilai penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Karena itu, warga diminta tidak menjadikan foto, video, maupun pesan berantai di media sosial sebagai rujukan sebelum memastikan kebenarannya.
Di sisi lain, dia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap wilayah Jakarta.
“Peringatan dini, kesiapan wilayah pesisir, jalur evakuasi, fasilitas kesehatan, ketersediaan masker, serta perlindungan kelompok rentan benar-benar dipersiapkan dengan matang,” katanya.
Nabilah mengatakan kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini agar pemerintah dan masyarakat memiliki langkah yang jelas apabila sewaktu-waktu terdapat potensi dampak bencana yang mengarah ke Jakarta.
Dia juga meminta pemerintah memastikan informasi mengenai potensi risiko dapat diterima masyarakat dengan cepat dan mudah dipahami.
“Jika terdapat potensi yang berdampak terhadap Jakarta, masyarakat harus mendapatkan informasi secepat mungkin, sejelas mungkin, dan dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Nabilah.
Menurut dia, mitigasi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting, salah satunya dengan mengikuti arahan resmi dan tidak memperbesar kepanikan melalui penyebaran informasi palsu atau hoaks.
“Bencana tidak selalu bisa kita hindari, tapi risikonya dapat kita kurangi dengan kesiapsiagaan,” katanya.
Nabilah kembali mengajak warga Jakarta tetap tenang dan tidak menyebarkan hoaks terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.
“Jangan panik, jangan sebarkan hoaks, dan ikuti arahan resmi dari pemerintah,” tuturnya.
Dia berharap Jakarta dan masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT. ***
