Nono Sampono DPD RI: Kampus Harus Jadi Ruang Tumbuh Generasi Masa Depan Indonesia

oleh -13 Dilihat

AMBON,REPORTER.ID  — Anggota DPD RI Nono Sampono menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter, wawasan kebangsaan, serta kepedulian terhadap masa depan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Nono Sampono saat Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, pada Jumat (25/9/2026).

Menurut Nono, kampus tidak cukup hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan dan keterampilan akademik. Perguruan tinggi juga harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membentuk karakter, mengembangkan cara berpikir kritis, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi masa depan Indonesia. Di kampus, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, cara berpikir, dan kepedulian terhadap bangsa dan negara,” ujar Nono.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam perjalanan bangsa. Sebagai bagian dari kelompok intelektual muda, mahasiswa dituntut mampu memahami berbagai perubahan dan tantangan zaman secara kritis, namun tetap memiliki pijakan yang kuat pada nilai-nilai kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, pemahaman terhadap empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, dinilai penting untuk terus diperkuat di kalangan generasi muda.

Nono mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi mahasiswa. Kemudahan memperoleh informasi, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, melakukan verifikasi, serta menyikapi perbedaan secara bijak.

“Generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk membangun, bukan justru menjadi sesuatu yang menjauhkan kita dari nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Selain perkembangan teknologi, Nono menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai salah satu kekuatan Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang merupakan realitas kehidupan bangsa yang harus dikelola dengan semangat persatuan dan saling menghormati.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar keberagaman tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun Indonesia.

Nono mendorong mahasiswa Unpatti untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa. Mahasiswa, katanya, tidak seharusnya hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut menjadi bagian dari proses perubahan tersebut.

“Mahasiswa harus berani berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Masa depan Indonesia tidak hanya dibicarakan, tetapi harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” tuturnya.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di lingkungan Universitas Pattimura tersebut juga menjadi ruang dialog antara wakil daerah dan mahasiswa untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan serta tantangan yang dihadapi generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, semangat persatuan dalam bingkai NKRI, serta Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Nono menegaskan bahwa pembangunan masa depan Indonesia tidak hanya bergantung pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. “Karena itu, kampus memiliki posisi penting sebagai ruang pembentukan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan,” pungkasnya.