Puan Dorong Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Oleh Anggota DPRD NTT Diusut Tuntas

oleh

JAKARTA,REPORTER.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha. Ia meminta agar kasus ini diusut tuntas.

“Harus diselidiki kemudian kasus hukumnya harus dituntaskan sampai sejelas-jelasnya,” tegas Puan Maharani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Seperti diketahui, peristiwa kematian dr. Icha menuai perhatian publik. dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6/2026), usai diduga diintimidasi oleh anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6).

Ada 3 anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Peristiwa itu diduga meninggalkan trauma mendalam bagi dr. Icha yang sebelum ditemukan meninggal dunia sempat menjalani perawatan intensif.

Puan menegaskan tidak boleh ada lagi intimidasi maupun perundungan terhadap tenaga kesehatan. “Bahwa ada terjadi perundungan, jangan sampai terulang lagi,” tegas Puan.

Adapun salah satu Anggota DPRD TTU yang diduga terlibat dalam kasus ini berasal dari Fraksi PDI-Perjuangan.

Terkait hal ini, Puan memastikan proses hukum harus tetap dilakukan walaupun setiap partai yang menaungi anggota dewan memiliki mekanisme internal. “Semua partai yang memang anggotanya terlibat mempunyai mekanisme dalam hal tersebut. Yang pasti, sanksi hukum atau kemudian penyelidikan harus dilakukan sampai tuntas,” kata Ketua DPP PDIP itu.

Saat ini, proses penyelidikan kasus kematian dr. Icha tengah diselidiki Polisi. Polres Timor Tengah Utara (TTU), NTT menyatakan akan memanggil tiga anggota DPRD TTU untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr Icha.