57 Korban KMP Virgo Masih Hilang, Komisi V DPR Minta Bangkai Kapal Segara Diangkat

oleh -21 Dilihat

JAKARTA,REPORTER.ID — Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Irmawan, mendesak Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk segera mempercepat proses pengangkatan (salvage) bangkai Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 yang tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Percepatan pengangkatan badan kapal dinilai sangat krusial karena masih terdapat 57 korban yang belum ditemukan.

“Kami meminta agar proses pengangkatan badan KMP Virgo segera dilakukan. Ini bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut kemanusiaan karena masih ada 57 korban yang menunggu kepastian,” ujar Irmawan di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Irmawan menyoroti data operasi SAR per 30 September 2026 yang mencatat dari total 243 penumpang sesuai manifes, sebanyak 108 orang selamat, 78 orang ditemukan meninggal dunia, dan 57 orang lainnya masih hilang. Pengangkatan badan kapal yang karam dipandang sebagai kunci utama untuk membuka akses area lambung kapal yang sulit dijajaki oleh tim penyelam. “Kita memahami pengangkatan kapal butuh peralatan khusus, tetapi jangan sampai kendala teknis membuat proses ini berlarut-larut. Setiap waktu sangat berarti bagi keluarga yang menunggu,” tegasnya.

Politisi asal Aceh tersebut mengingatkan bahwa faktor psikologis dan kepastian bagi keluarga korban harus ditempatkan sebagai prioritas utama operasi. Ketidakpastian nasib anggota keluarga yang hilang menciptakan penderitaan yang sangat mendalam bagi para ahli waris korban tragedi pelayaran tersebut. “Bayangkan keluarga yang sampai hari ini belum tahu nasib anggotanya apakah masih berada di dalam kapal atau tidak. Pemerintah dan pihak terkait wajib memberikan upaya maksimal demi kepastian mereka,” katanya.

Ia mendesak Kementerian Perhubungan untuk memimpin koordinasi intensif antara pemilik kapal, perusahaan salvage, pihak asuransi, Basarnas, serta TNI AL. Hambatan administratif maupun prosedur teknis antarinstansi tidak boleh dijadikan alasan untuk memperlambat evakuasi korban di dasar laut. “Kemenhub harus memastikan koordinasi seluruh unsur terkait berjalan efektif tanpa hambatan. Persoalan administratif tidak boleh menunda proses pencarian korban,” kata Irmawan.

Selain proses pengangkatan kapal, Irmawan meminta Tim Disaster Victim Identification (DVI) disiagakan secara maksimal di posko darat. Kecepatan dan ketepatan proses identifikasi jenazah sangat penting agar jasad korban dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga secara layak. “Ketika korban berhasil ditemukan, proses identifikasi harus dilakukan secepat dan setepat mungkin. Kepastian ini penting agar keluarga dapat memberikan penghormatan terakhir secara layak,” pungkasnya.