Pengunjung Museum Tekstil 11.000 Orang, Wisatawan Mancanegara Lebih dari 7%

oleh
Anak anak PAUD pun ikuti workshop celup ikat di Museum Tekstil

JAKARTA, REPORTER.ID- Pengunjung Museum Tekstil di Jl KS Tubun no.4 – 6 Jakarta Barat selama tahun 2022 ini mencapai 11.000 orang lebih. Tepatnya sampai dengan 31 Agustus mencapai 11.114 orang. Dari jumlah pengunjung tersebut 797 orang di antaranya wisatawan mancanegara (wisman) atau mencapai 7,17%.

Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Sri Kusumawati mengungkapkan itu kepada Reporter.id usai melapor kepada Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana Selasa (6/9/2022).

“Dari rekapitulasi data pengunjung Museum Teksti tahun 2022 terlihat bulan Agustus yang baru lalu mencapai 2.204 orang, yang berarti paling banyak selama lebih 8 bulan hingga sekarang,” tambahnya.

Untuk perbandingan Sri Kusumawati menyebuf pengunjung bulan Juni 1.983 orang, Juli 1.710 orang bahkan April paling minim, hanya 720 orang.

Faktor apa yang menyebabkan Agustus jumlah pengunjungnya membubung?

Menurut Sri Kusumawati hal itu karena pada bulan Agustus, walau harus tetap mematuhi aturan prokes, namun museum sudah bisa menerima pengunjung 100% dari kapasitas.

Begitu pula museum sudah bisa menerima kembali kunjungan yang datang secara rombongan.

“Selain itu pada bulan Agustus itu juga ada Pameran Temporer Nuansa Kemilau Wastra Tenun Indonesia: Sumatera, Sulawesi dan Timor dan beberapa kegiatan lainnya yang diselenggarakan untuk menarik minat pengunjung,” ujarnya.

Minat Workshop
Kepala Satuan Pelayanan Museum Tekstil Dewie Novie menambahkan, mengunjungi museum juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk belajar batik, baik batik tulis maupun batik cap.

“Kami secara rutin memang menyelenggarakan workshop batik tulis maupun batik cap,” ujar Dewie. Ternyata minat masyarakat lumayan besar.

Karena itu Museum Tekstil juga menyelenggarakan workshop sesuai permintaan masyarakat, seperti workshop ikat celup atau tie dye dan ecoprint.

Dalam bulan September selama 4 hari di Museum Tekstil ada 344 orang pengunjung.
Dari jumlah itu yang mengikuti workshop batik maupun workshop celup ikat (jumputan) mencapai 129 orang. “Termasuk 22 orang siswa PAUD yang berumur 6 tahun kebawah dan 30-an siswa Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP,” tambah Dewie.

Jumat pagi (2/9/2022) tampak di halaman belakang museum tersebut puluhan anak anak PAUD bergembira dengan karya kain jumputannya masing masing yang berwarna warni. Mereka berfoto di teras depan museum bersama gurunya dan pimpinan Museum Tekstil. (PRI).