Effendi Simbolon : Dari Lubuk Hati Terdalam Saya Minta Maaf

oleh

Effendi MS Simbolon dan Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto (net)

 

JAKARTA, REPORTER.ID – Inilah pernyataan lengkap anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Effendi MS Simbolon soal permintaan maaf dirinya terkait ucapannya tentang TNI seperti gerombolan, yang disampaikkannya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/9).

Saya ingin sampaikan sehubungan dengan di RDP (Rapat Dengar Pendapat) atau Raker Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan, Panglima, dan para staf. Pokok bahasan di Raker anggaran RKAL 2023 dan isu aktual. Dalam rapat itu kemudian oleh pimpinan disampaikan topik bahasan sesuai undangan.

Di situ kemudian saya paham ada beberapa poin saya ingin dapat penjelasan dari Menhan, Panglima, Kepala Staf. Memang karena masih pagu indikatif enggak banyak bahasan. Nah, kemudian masuk ke isu aktual. Di situ saya ingin tanya kepada Panglima Andika dan KSAD Dudung, seyogyanya ada Menhan untuk tanyakan info yang kami terima, sehubungan hal-hal disharmoni, menyangkut keberadaan TNI keseluruhan dan AD.

Tapi memang Pak KSAD tidak hadir. Oleh teman-teman ditanyakan, dikritisi. Poin saya bukan soal hadirnya tapi lebih elok hadir untuk dapat penjelasan seputar masalah yang kami ingin dapat penjelasan. Di situ kemudian ada masalah kepatuhan, kehormatan TNI yang kami tahu kepatuhan.

Di situ saya sadar itu tidak nyaman, tidak elok, dan beberapa pihak mungkin tersinggung atas kata-kata dari saya soal gerombolan dan ormas. Yang sejatinya saya enggak pernah stigma kan gerombolan, tapi kalau enggak ada harmoni itu seperti gerombolan atau ormas. Kalau lihat rekaman utuh itu poin saya.

Dari lubuk hati terdalam saya mohon maaf atas perkataan saya yang menyinggung dan menyakiti prajurit siapapun dia perwira, tamtama, dan para pihak yang tidak nyaman atas perkataan yang dinilai lain. Saya mohon maaf. Saya tujukan pada seluruh prajurit bertugas atau purna dan para pihak yang tidak nyaman dan kepada Panglima saya mohon maaf, KSAD, KSAL, KSAU yang mungkin merasa kurang nyaman saya mohon maaf. Saya ingin menegakkan mencintai TNI dengan tupoksi saya. Tidak kurangi hormat kita ke hal-hal kurang pas. Demikian.

Saat ditanya, apakah Anda sudah minta maaf langsung kepada Panglima dan KSAD? Effendi Simbolon menjawab. Dua hari lalu saya WhatsApp Panglima dan KSAD. Kemarin saya ketemu Panglima menanyakan sikap TNI dan menyampaikan maaf saya. Panglima sampaikan tidak ada masalah jadi sangat klir. Silakan teman-teman tanya langsung lebih elok yang bersangkutan yang menyampaikan.

Dudung belum merespons. Saya bertanggung jawab apa yang saya sampaikan. Misi saya datang untuk minta maaf dan saya sudah sampaikan ke Panglima, ke KSAD belum. Saya bukan pemilik kebenaran, saya hanya ingin mendapatkan tentang disharmoni yang mengganggu. Demi Allah Tuhan saya tidak pernah men-judge seperti yang beredar, apalagi saya bagian dari keluarga besar TNI. (HPS)

Tentang Penulis: hps

Gambar Gravatar
Wartawan senior tinggal di Jakarta. hps@reporter.id