JAKARTA, REPORTER.ID – Pada 19 Januari 2025, Hamas dan Israel dijadwalkan memulai gencatan senjata setelah lebih dari 460 hari konflik yang menelan lebih dari 46.000 korban jiwa di pihak Palestina.
Sekretaris Jenderal DPP PKS, Aboe Bakar Al Habsyi dalam pernyataannya pada Jumat (17/1/2026), menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah awal yang positif.
Meski demikian, ia menekankan bahwa gencatan senjata bukanlah solusi akhir untuk menyelesaikan konflik yang sangat kompleks.
“Kita harap ada solusi permanen berupa kemerdekaan untuk bangsa Palestina,” ujar Habib Aboe, sapaan Anggota Komisi III DPR RI tersebut.
Habib Aboe juga mendorong pemanfaatan momen ini untuk mempercepat rekonstruksi dan pemulihan wilayah Gaza yang terdampak parah akibat konflik. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan tetap ada dalam memastikan semua pihak mematuhi komitmen yang telah disepakati.
Lebih jauh, Wakil Ketua MKD DPR RI itu menyerukan keterlibatan aktif komunitas internasional dalam mengawal implementasi gencatan senjata. Menurutnya, peran dunia internasional sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perdamaian di kawasan tersebut.
“Langkah ini harus menjadi awal dari perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut,” tutup HabĂb Aboe. ***





