Demo di DPR yang berlangsung ricuh (net)
Isu hangat pagi ini, demo lanjutan di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) berlangsung ricuh. Sejumlah massa pendemo membakar pos jaga di seberang pintu 12 GBK. Suasana di sekitar Jembatan Pejompongan mencekam, terjadi perang petasan versus tembakan gas air mata. Tujuh anggota Brimob diamankan, Kapolri, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo minta maaf atas tewasnya pengemudi ojol yang terlindas rantis Brimob.
Isu hangat lainnya, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono mengeklaim tahu siapa dalang di balik demonstrasi yang memprotes DPR dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut, orang dari luar menjadi dalang demo tersebut dan memiliki kaki tangan di Indonesia yang dikendalikannya. Berikut isu selengkapnya.
1. Demo lanjutan di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) berlangsung ricuh. Massa yang memadati gerbang utama Gedung DPR melemparkan bambu runcing dan botol air mineral ke arah pagar, serta membakar tumpukan sampah yang menimbulkan asap pekat ke udara. “DPR hanya berpihak pada oligarki! Bubarkan DPR sekarang juga!” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.
Seruan itu disambut massa dengan berteriak, revolusi-revolusi, DPR pengkhianat rakyat, kami tidak takut, rakyat lawan oligarki. Kericuhan mulai pecah sekitar pukul 14.20 WIB. Lemparan botol, kayu, dan bambu runcing dilakukan sejumlah mahasiswa ke arah pagar DPR. Situasi semakin panas saat beberapa orang menyalakan api dan membakar sampah di depan gerbang utama, menyebabkan asap hitam mengepul dari balik barikade beton. Beberapa pendemo juga mencorat-coret tembok DPR dengan cat semprot.
2. Sejumlah massa demo membakar salah satu pos jaga Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, tepatnya di seberang pintu 12 GBK, Kamis (28/8) sore. Setelah membakar, massa menyeret pos jaga itu ke tengah jalan lalu menambahkan berbagai material, mulai dari banner hingga tempat sampah dari halte agar api tetap menyala. Selain itu, mereka berulang kali maju dan mundur di depan barisan polisi yang berjaga di pertigaan jalan. “Jaga fokusnya teman-teman, musuh kita di depan!” seru massa aksi. Kemudian massa demo melemparkan flare ke arah polisi. Tak berselang lama, polisi melempar balik flare ke arah massa yang melempar.
3. Suasana di sekitar Jembatan Pejompongan, Jakarta Pusat mencekam saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR, Kamis (28/8) sore. Langit yang semula teduh tiba-tiba dipenuhi letupan petasan yang dilepaskan massa aksi. Tak lama kemudian, asap putih gas air mata menutupi area, bercampur dengan bau menyengat kembang api. Warga yang berada di sekitar lokasi terpaksa menutup hidung dan mata untuk mengurangi rasa perih.
4. Bentrokan massa pendemo versus aparat kepolisian masih berlanjut hingga Jalan Asia Afrika, tepatnya di depan Pintu 1 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Seorang pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi mengatakan, bentrokan bermula ketika massa memaksa bertahan dan membakar tumpukan sampah di tengah jalan. Polisi kemudian membubarkan mereka.
Namun, sejumlah orang tak dikenal menantang para polisi dengan mengayunkan bambu. Kemudian, sejumlah molotov dilemparkan ke arah barisan polisi sekitar pukul 16.40 WIB. Namun, sekitar pukul 17.05 WIB, massa membubarkan diri setelah dipukul mundur dari Jalan Asia Afrika hingga mendekati tikungan menuju Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta Pusat.
5. Bentrok antara massa demo dengan aparat juga pecah di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Bentrokan ini diwarnai letusan petasan dan lemparan batu versus tembakan gas air mata. Massa yang didominasi pelajar terus memberikan perlawanan terhadap petugas kepolisian yang membangun barikade di depan gedung BNI Pejompongan.
Personel kepolisian terus bertahan dan berusaha memukul mundur pelajar ke arah kota secara perlahan. Di bagian belakang barikade, barisan polisi bermotor dengan senjata gas air mata bersiap melakukan penyisiran. Mobil water cannon juga berada di belakang barikade yang dibangun personel kepolisian.
6. Polisi menyebut adanya pihak tak bertanggung jawab menyusup ke tengah kerumunan massa demo di sekitar Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pihak-pihak ini tidak mempunyai struktur atau identitas kelompok yang jelas, tetapi melakukan tindakan anarkis. “Ada hal yang sangat disayangkan. Saat rekan kami, dari salah satu kampus menyampaikan pendapat di depan Gedung DPR RI, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Ade Ary.
Para penyusup tersebut membakar bendera, merusak pagar dan CCTV, menghancurkan separator busway, mencoret tembok, lalu masuk ke tol dalam kota. “Ini adalah pihak-pihak lain yang sama sekali tidak menyampaikan pendapatnya di depan Gedung DPR/MPR atau di sekitar ini, tapi langsung melakukan tindakan-tindakan anarkis,” tegas Ade lagi.
7. Driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (20) meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas mobil Rantis BrimobPolri di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, JakartaPusat, Kamis (28/8) malam. Affan Kurniawan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah dilindas mobil Rantis Brimob Polri. Namun nyawa Affan Kurniawan tak tertolong. Warga Jatipulo, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat tersebut meninggal dunia.
8. Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Ade Mulya mengatakan pihaknya tengah menelusuri identitas pengemudi ojek online yang menjadi korban di Pejompongan. “Saat ini kami terus melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan identitas korban lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (28/8). Dia menyampaikan duka cita dan simpati kepada keluarga korban. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan keprihatinan atas terjadinya insiden di Pejompongan,” lanjut Ade.
9. Massa pengemudi ojol menggeruduk Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8) dini hari. Penggerudukan ini buntut pengemudi ojol, Affan (21) terlindas Mobil Rantis Brimob saat menghalau demonstrasi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.
Ribuan massa tersebut masih bertahan di kawasan Mako Brimob Kwitang hingga Jumat dini hari, meskipun beberapa kali kali dihalau petugas keamanan dengan menembakkan gas air mata. Hingga pukul 03.00 WIB, mereka tetap bertahan. Suara letusan pun juga masih terdengar di sekitar kawasan Mako Brimob. Titik-titik api dan asap gelap juga terlihat di sekitar jalan layang Senen.
Kendaraan roda dua dan empat berjejer di sepanjang jalan layang, mereka berhenti untuk melihat situasi terkini di kawasan Mako Brimob Kwitang yang dikepung massa setelah peristiwa pengemudi ojol tewas terlindas. Massa sempat membakar pos Polisi yang berada persis di bawah jalan layang Senen, mereka meluapkan kemarahannya dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak kepolisian.
10. Tujuh orang polisi diamankan terkait kasus kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas pengemudi ojek online (ojol) hingga tewas di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Ketujuh polisi tersebut adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J. Mereka telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan oleh Divisi Propam Mabes Polri dan Propam Mako Brimob.
“Pemeriksaannya dilaksanakan di Kwitang karena anggota tersebut satuannya adalah Brimob Polda Metro Jaya. Jadi, saat ini tujuh orang tersebut sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan,” ujar Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Namun, Abdul belum bisa memastikan peran dari masing-masing pelaku, karena masih melakukan pendalaman.
“Kita masih dalami perannya, dalam rangka pemeriksaan. Belum tau siapa yang menyetir, tapi yang jelas tujuh orang ini ada dalam satu kendaraan,” kata dia. Abdul menegaskan, pihaknya akan melakukan seluruh proses penanganan kasus secara cepat dan transparan. Selain itu, pihaknya akan melibatkan pihak eksternal, yaitu Kompolnas untuk ikut menangani kasus ini. “Kami sudah meminta Kompolnas untuk melibatkan diri dalam proses pemeriksaan,” tambah Abdul Karim.
11. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas peristiwa rantis Brimob Polri yang melindas pengemudi ojol usai demo di Jakarta, Kamis (28/8) malam. Sigit menyatakan menyesal atas peristiwa pelindasan tersebut. “Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujar Sigit, kemarin.
Sigit mengatakan, polisi sedang mencari keberadaan korban yang terlindas. Ia memerintahkan Divisi Propam Polri untuk melakukan penanganan lebih lanjut. “Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban. Saya minta Propam melakukan penanganan lebih lanjut. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban dan seluruh keluarga serta juga seluruh keluarga besar ojol,” ujarnya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri menyampaikan duka cita atas meninggalnya pengemudi ojol karena terlindas rantis Brimob Polri saat menghalau para demonstran di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
“Hari ini kami sangat berduka sekali kehilangan saudara kita yang mana ada kejadian tadi sore,” kata Asep di RSCM, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). Selain menyampaikan duka cita, Asep meminta maaf atas kejadian tersebut. Ia mengaku sudah bertemu dengan keluarga dari korban yang identitasnya belum diketahui.
“Saya atas nama Polda Metro menyampaikan permohonan maaf mendalam dan Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum dan kebenaran saya sudah bertemu dengan keluarga almarhum, dengan bapaknya,” ujar Asep.
12. Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan mengambil keuntungan dari kerusuhan, sementara rakyat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Sekarang juga mau diadu domba. Ada orang yang berpikir kalau terjadi kerusuhan mereka dapat keuntungan. Yang dapat kerugian rakyat,” kata Presiden Prabowo saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8).
Prabowo menegaskan, keuntungan dari kerusuhan hanya akan dinikmati kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat. Menurut Prabowo, Indonesia saat ini sedang menuju masa kebangkitan sehingga seluruh elemen bangsa harus menjaga persatuan.
Prabowo meminta kepada para bupati bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat dan bangsa dan mewaspadai adanya upaya-upaya adu domba. “Bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk rakyatmu, untuk bangsa kita dan nanti kita dengan baik, dengan kerja sama, kita saling mengisi dan saling mendukung, saling waspada,” ucapnya.
Mensesneg Prasetyo Hadi meminta aparat kepolisian berhati-hati dalam menangani aksi unjuk rasa. Permintaan ini menanggapi peristiwa mobil kendaraan taktis Brimob Polri melindas pengemudi ojek online di Jakarta, Kamis (28/8) malam. “Kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-hatian,” kata Prasetyo.
Prasetyo juga meminta aparat kepolisian memberikan atensi khusus terhadap peristiwa tersebut. Ia mengeklaim, pihak Istana Kepresidenan terus berkoordinasi untuk menangani insiden ini. “Kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut,” ujar Prasetyo.
13. Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M Hendropriyono mengeklaim tahu siapa dalang di balik demonstrasi yang memprotes tunjangan DPR dalam beberapa hari terakhir. Ia menyebut, orang dari luar menjadi dalang demo tersebut dan memiliki kaki tangan di Indonesia yang dikendalikannya.
“(Dalangnya) Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam,” ujar Hendropriyono di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8). “Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka,” sambungnya.
Hendropriyono menyebut dari pengalamannya, ia tahu ada pihak yang menunggangi demo di sekitaran Gedung DPR/MPR, Jakarta. Ia menyebut, nama dalang tersebut suatu saat akan diungkapnya. “Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana,” ujar Hendropriyono.
14. Ketua Komisi III DPR Habiburrokhman meminta anggota Brimob yang melindas pengendara ojol hingga meninggal dunia, Affan Kurniawan (21), diproses hukum. Habiburrokhman meminta aparat kepolisian menindak tegas anggotanya sendiri, baik melalui jalur hukum maupun mekanisme kedinasan. “Kami minta oknum Brimob yang menyebabkan meninggalnya almarhum ditindak tegas, baik secara kedinasan maupun secara hukum,” kata Habiburrokhman, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (29/8).
Habiburrokhman meminta pemerintah menafkahi keluarga pengemudi ojek online yang meninggal dunia karena dilindas rantis Brimob, Affan Kurniawan (21). Habiburrokhman memandang pemerintah harus mengambil tanggung jawab yang selama ini diemban Affan yang menjadi tulang punggung keluarga. “Pemerintah seharusnya mengambil alih tanggung jawab nafkah keluarga almarhum, termasuk biaya sekolah anak-anak almarhum sampai perguruan tinggi,” kata Habiburrokhman.
15. Komnas HAM buka suara atas kekerasan yang dilakukan Brimob kepada para demonstran yang terjadi Kamis (28/8) malam, khususnya terkait peristiwa kendaraan taktis Brimob yang melindas pengemudi ojol. Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyebut, peristiwa ini sebagai kekerasan yang tidak bisa ditoleransi dan berpotensi kuat melanggarHAM.
“Komnas HAM mengecam kepada Kepolisian Republik Indonesia, terutama pihak-pihak terkait di mana satu peserta aksi ojek online terlindas mobil Brimob,” kata Anis, Jumat (29/8). Anis mengatakan, Komnas HAM menaruh atensi serius atas peristiwa tersebut dan akan menurunkan tim untuk mengumpulkan informasi atas peristiwa kematian dengan unsur kekerasan itu.
16. Tewasnya pengemudi ojol, Affan (21) akibat terlindas rantis Brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) memicu gelombang aksi mahasiswa. BEM SI Kerakyatan akan menggelar unjuk rasa menuntut keadilan dan pertanggungjawaban pemerintah atas peristiwa tersebut, Jumat (29/8) hari ini. “Kami akan turun menyikapi kondisi yang sama sekali tidak dapat dimaklumi,” kata Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram saat dikonfirmasi, Jumat (29/8).
Terpisah, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Atan Zayyid Sulthan mengonfirmasi pihaknya juga akan menggelar aksi di Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.00 WIB. “Kami titik kumpul di UI, aksi di Polda Metro Jaya,” ungkap Atan, Jumat (29/8).
17. MK mengabulkan gugatan perkara nomor 128/PUU-XXIII/2025 uji materi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara terkait larangan rangkap jabatan wakil menteri. “Mengabulkan permohonan pemohon satu untuk sebagian,” ujar Ketua MK Suhartoyo dalam Ruang Sidang Pleno MK, Jakarta Pusat, Kamis (28/8).
Suhartoyo menyatakan, Pasal 23 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai menteri dan wakil menteri dilarang merangkap jabatan. Tiga poin larangan rangkap jabatan tersebut tidak berubah, yakni: sebagai pejabat negara lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, komisaris atau direksi pada perusahaan negara atau perusahaan swasta, dan pimpinan organisasi yang dibiayai APBN atau APBD.
18. Hakim MK Enny Nurbaningsih menyebutkan, dalil pemohon yang meminta agar para wakil menteri fokus mengurus kementerian dinilai sejalan dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Atas hal tersebut, MK menyatakan para wakil menteri dilarang merangkap jabatan agar fokus mengurus kementerian.
Seperti diberitakan, perkara tersebut diajukan oleh seorang advokat, Viktor Santosa Tandiasa, dan seorang pengemudi ojek, Didi Supandi. Mereka meminta MK mengubah Pasal 23 UU Kementerian Negara dengan mencantumkan frasa “wakil menteri” di dalamnya terkait larangan rangkap jabatan menteri.
19. Presiden Prabowo Subianto menyetujui dan menandatangani pembentukan Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan hal itu menjawab tuntutan buruh yang berdemo di depan gedung DPR pada Kamis (28/8). “Apa yang selama ini kita diskusikan, kita rancang bersama-sama berkenaan dengan masalah Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh, beberapa waktu yang lalu sudah disetujui dan ditandatangani Bapak Presiden,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Prasetyo menuturkan, pemerintah akan mengumpulkan para buruh untuk membahas hal itu. Selain buruh, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) serta asosiasi pengusaha seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga akan diikutsertakan.
20. Presiden KSPI Said Iqbal melontarkan sindiran keras terhadap anggota DPR RI terkait fasilitas dan tunjangan rumah yang mereka terima. Dalam orasi di depan ribuan buruh yang berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8), Iqbal menyebut buruh bekerja “jungkir balik” seumur hidup belum tentu bisa membeli rumah.
Sementara anggota dewan justru mendapat tunjangan rumah hingga Rp 600 juta yang bersumber dari pajak rakyat. “Kita aja kerja jungkir balik sampai punya anak cucu, rumah nggak kebeli. Mereka enak-enak aja mau minta duit tunjangan rumah Rp 600 juta,” ujar Iqbal disambut sorakan massa.
Said menyebut, tunjangan perumahan anggota DPR sebesar Rp 600 juta, yang diberikan secara bertahap dengan skema Rp 50 juta per bulan sebagai hal yang tidak masuk akal jika dibandingkan dengan kenaikan upah buruh yang hanya ratusan ribu rupiah.
“Kalau naik 8,5 persen rata-rata, itu hanya Rp 200.000. Dia (anggota DPR) naikin tunjangan perumahan aja Rp 50.000.000 per bulan, setahun Rp 600.000.000. Nyewa di mana itu Rp 600.000.000? Di surga? Mahal banget,” sindir Iqbal. Ia menegaskan, keputusan DPR ini sangat melukai rasa keadilan. Sebab, kebijakan itu diambil di tengah upah murah yang dihadapi buruh.
21. Pakar hukum tata negara sekaligus mantan anggota DPR 2004-2008 Mahfud MD mendengar gaji anggota DPR tembus miliaran rupiah per bulannya, bukan Rp 230 juta. Hal tersebut Mahfud sampaikan menjawab pertanyaan host Rizal Mustary di siniar ‘Terus Terang’ pada kanal YouTube Mahfud MD Official, Kamis (28/8).
Mahfud menyebut masyarakat saat ini sedang dalam kondisi susah. Dia mengaku masih melihat gelandangan yang mengais tempat sampah untuk mencari sisa makanan. Mengetahui kondisi ini, Mahfud mewajarkan jika DPR dikritik karena menerima gaji dan tunjangan yang besar.
“Jadi benar kalau kemudian DPR banyak dikritik karena tarolah agak hedonis juga kan hidupnya mereka. Jadi kita harus maklumi rakyat,” ujar Mahfud. Menurut Mahfud, gaji atau penghasilan anggota DPR saat ini sudah sangat berlebihan. (Harjono PS)





