JAKARTA,REPORTER.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman berharap pemerintah provinsi, kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) segera melakukan percepatan pendataan dampak bencana hidrometeorologi, di masa tanggap darurat yang berakhir pada tanggal 8 Desember 2025.
Jika pendataan kerusakannya lengkap disertai rencana aksi di masa pemulihan (recovery), maka pemerintah pusat tidak akan lepas tangan. Kementerian dan lembaga di pemerintah pusat, akan saling berkontribusi menyelesaikan dampak bencana.
“Sekarang saja, bantuan telah dikirim Presiden Prabowo dengan menggunakan 4 pesawat. Ini merupakan sinyal kepedulian yang mesti ditangkap dengan baik oleh kepala daerah, di daerah terdampak bencana,” tegas Alex, Sabtu (29/11/2025).
Hal itu disampaikan Alex merespon dinamika penetapan status bencana daerah atau nasional terkait bencana hidrometeorologi yang melanda 7 dari 19 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat.
Menurut Alex, kemampuan keuangan daerah di Sumbar, secara mayoritas dalam kategori sangat rendah, termasuk 7 daerah terdampak bencana hidrometeoroligi. Ditambah lagi dengan kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) yang dilakukan Kementerian Keuangan, juga telah membuat ruang fiskal jadi makin menyempit.
“Presiden Prabowo telah memberikan sinyal kuat, tak membiarkan daerah sendirian menghadapi bencana. Indikatornya, langsung mengirimkan bantuan dengan 4 pesawat itu plus 2 unit helikopter. Sekarang, tinggal daerah meresponnya seperti apa,” ungkap Alex.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumatera Barat 1, Alex menyebut telah berkoordinasi dengan sejumlah mitra kerja di Komisi IV DPR, diantaranya Kementerian Pertanian, Kementerin Kelautan dan Perikanan (KKP), Bulog, Bapanas dan Kementerian Kehutanan.
“Komunikasi kami dengan Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, telah didapatkan komitmen kesediaan memberikan bantuan bibit untuk petani kita yang terdampak banjir dan longsor,” ungkap Alex yang juga Ketua PDI Perjuangan Sumbar.
“Agar bibit yang akan diberikan itu sesuai kebutuhan, tentunya membutuhkan data dari pemerintah daerah. Kita berharap, assessment bisa segera dirampungkan seiring dengan upaya pertolongan terhadap korban yang terus diupayakan seluruh elemen masyarakat di Sumbar,” jelas Alex.
Alex mengucapkan terima kasih pada presiden yang telah gerak cepat menyediakan bantuan di masa tanggap darurat ini. Selain itu, mengucapkan banyak terima kasih pada semua elemen masyarakat seperti TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, Ormas, OKP dan masyarakat secara umum, yang telah terlibat secara aktif dalam melakukan upaya pertolongan dan pencarian korban.
Diketahui, hujan intesitas sedang hingga deras tanggal 22-27 November 2025 lalu di Sumatera Barat, telah menyebabkan bencana banjir dan longsor. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 28 November 2025 hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 69.293 orang mengungsi dan 45.733 orang terdampak.
Kemudian, dampak bencana banjir dan longsor tersebut, 23 orang meninggal dunia dan 12 orang hilang.
Berdasarkan data pada Jumat kemarin, terdapat 7 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat yang terdampak bencana banjir dan longsor. Kabupaten Padang Pariaman paling terdampak bencana banjir dan longsor di Sumbar. Tercatat, ada 13 kecamatan yang terdampak longsor di Padang Pariaman. Lalu, 11 kecamatan di antaranya terdampak banjir.





