Tri Sutrisno Wafat, Habib Aboe: Beliau Sosok Negarawan dan Prajurit yang Mengabdi Sepanjang Hayat

oleh
oleh

JAKARTA, REPORTER.ID – Suasana duka menyelimuti bangsa Indonesia pada Senin dini hari ketika kabar wafatnya mantan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, menyebar ke seluruh penjuru negeri. Pada usia 89 tahun, sosok yang dikenal sebagai prajurit setia dan negarawan berdedikasi ini mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit terkait usia lanjut.

Kabar duka ini segera memicu gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk tokoh politik nasional yang mengenang jasa-jasa luar biasa almarhum bagi bangsa dan negara.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al Habsyi, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/3/2026), menyampaikan duka cita mendalam dan menyebut wafatnya Try Sutrisno sebagai kehilangan besar bagi Indonesia.

“Kita semua berduka atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno. Beliau adalah sosok prajurit, negarawan, sekaligus pemimpin yang telah memberikan pengabdian panjang bagi bangsa dan negara. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,” ujar Habib Aboe.

Menurut Habib Aboe, rekam jejak Try Sutrisno di dunia militer dan pemerintahan menunjukkan dedikasi yang kuat terhadap stabilitas dan pembangunan nasional. Bahkan, pernah menjabat sebagai Panglima ABRI dan kemudian dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998.

“Itu bukan amanah yang ringan, dan beliau jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tambah mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu lagi.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1936. Ia meniti karier panjang di dunia militer hingga mencapai puncak sebagai Panglima ABRI pada periode 1988–1993.

Pengabdiannya kemudian berlanjut di panggung politik nasional ketika ia terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-6 pada periode 1993–1998 di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan almarhum diketahui menurun karena faktor usia. Pihak keluarga menyampaikan bahwa sebelum wafat, Try Sutrisno mendapatkan perawatan medis intensif di RSPAD Gatot Soebroto akibat komplikasi penyakit terkait usia lanjut.

Setelah wafat, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jakarta sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan upacara kenegaraan.

Dalam suasana duka, pihak keluarga menyampaikan permohonan doa kepada masyarakat Indonesia. “Semoga Allah ampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal ibadahnya, ditempatkan di surga, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan serta ridho dengan takdir-Nya. Aamiin,” demikian pernyataan keluarga.

Habib Aboe juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum. “Kita doakan semoga almarhum husnul khatimah, segala pengabdiannya menjadi amal jariyah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan,” tuturnya.

Ia menambahkan, wafatnya Try Sutrisno menjadi momentum refleksi bagi generasi penerus bangsa untuk melanjutkan semangat pengabdian dan dedikasi terhadap negara.

“Bangsa ini dibangun oleh para tokoh yang memberikan hidupnya untuk negara. Tugas kita adalah menjaga dan melanjutkan cita-cita luhur tersebut,” pungkas Legislator PKS dari Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) I tersebut. ***