JAKARTA, REPORTER.ID — Diaspora masyarakat Lombok yang bermukim di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB), Menteng, Jakarta, Minggu, 15 Maret 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Masyarakat Lombok (HIMALO) bersama Laskar Sasak dan Garda Sasak Indonesia itu menjadi ajang berkumpulnya para perantau Lombok di ibu kota dan sekitarnya. Selain berbuka puasa, acara tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum silaturahmi sekaligus ruang diskusi mengenai peran diaspora dalam mendukung pembangunan daerah asal.
Ketua Umum HIMALO, Karman BM, mengatakan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda rutin Ramadan, melainkan sarana memperkuat hubungan kekeluargaan di antara masyarakat Lombok yang merantau.
“Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk memperkuat silaturahmi. Kami ingin masyarakat Lombok yang berada di perantauan tetap merasa memiliki ikatan kuat satu sama lain dan tetap terhubung dengan daerah asal,” kata Karman dalam sambutannya.
Menurut dia, komunitas diaspora Lombok di kawasan Jabodetabek memiliki potensi besar di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, hingga sektor profesional. Potensi tersebut dinilai perlu dihimpun agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di daerah.
Karman menuturkan HIMALO berupaya menjadi wadah yang mampu mengonsolidasikan kekuatan diaspora Lombok sehingga dapat saling mendukung dan memperluas jaringan antarsesama perantau.
“Kami ingin HIMALO menjadi rumah bersama bagi masyarakat Lombok di perantauan. Dengan kebersamaan, kita bisa saling mendukung, memperkuat jaringan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga berbagi pandangan mengenai berbagai peluang kontribusi diaspora, seperti investasi daerah, penguatan jaringan ekonomi, hingga dukungan bagi generasi muda di Nusa Tenggara Barat.
Karman menilai pengalaman dan jaringan luas yang dimiliki perantau Lombok di berbagai kota besar dapat menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan daerah.
“Perantau Lombok memiliki pengalaman dan jaringan yang luas. Jika potensi ini disatukan, dampaknya akan sangat besar bagi pembangunan di NTB,” kata dia.
Acara buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain berbuka puasa, para peserta juga menggelar doa bersama serta diskusi santai mengenai isu sosial dan pembangunan daerah.
Bagi banyak peserta, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menjalin kedekatan dengan sesama warga Lombok di perantauan sekaligus memperluas jaringan sosial dan profesional.
Karman berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin dan melibatkan lebih banyak anggota diaspora Lombok di berbagai wilayah.
“Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini semakin besar dan semakin banyak masyarakat Lombok yang terlibat. Semakin kuat kebersamaan, semakin besar pula kontribusi yang bisa diberikan untuk daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak generasi muda Lombok yang berada di perantauan untuk aktif berpartisipasi dalam organisasi komunitas seperti HIMALO agar nilai kebersamaan dan identitas budaya tetap terjaga.
“Anak-anak muda Lombok di Jakarta dan kota besar lainnya harus ikut terlibat. Mereka adalah generasi yang akan membawa komunitas ini ke masa depan,” kata Karman. ***





