JAKARTA,REPORTER.ID – Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menjelaskan momentum Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 harus menjadi pengingat bahwa perjuangan menghadirkan pendidikan yang berkualitas masih harus terus dilanjutkan, terutama di daerah kepulauan seperti Maluku.
Politisi Fraksi PKS ini menjelaskan anak-anak di pulau kecil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak, guru yang memadai, fasilitas belajar yang baik, serta kesempatan untuk bermimpi setinggi mungkin.
“Kemarin kita juga memperingati Hari Buruh 1 Mei. Ini menjadi refleksi penting bahwa pendidikan memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Banyak orang tua bekerja keras sebagai nelayan, petani, pedagang kecil, buruh pelabuhan, dan pekerja lainnya demi memastikan anak-anak mereka tetap bisa sekolah. Karena itu, pendidikan harus menjadi jembatan yang mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda,” jelas Saadiah dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (2/5/2025).
Ia menjelaskan hari ini kita juga hidup di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang bergerak sangat cepat. Kehadiran teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) mulai merambah berbagai bidang pekerjaan dan kehidupan manusia. Banyak jenis pekerjaan berubah, tambahnya, bahkan sebagian mulai tergantikan oleh teknologi. Karena itu, kita tidak boleh berhenti belajar.
“Generasi muda harus terus meningkatkan kemampuan, kreativitas, dan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Begitu pula para orang tua, guru, dan masyarakat perlu terus membuka diri terhadap perkembangan teknologi agar tidak tertinggal,” pungkas wakil rakyat dari Dapil Maluku ini.





