JAKARTA,REPORTER.ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menghadiri penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial bagi pekerja dan keluarganya.
Dalam kesempatan tersebut, Ninik menegaskan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar administrasi, melainkan komitmen nyata negara untuk melindungi pekerja dari berbagai risiko.
“Penyerahan santunan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi bukti bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi musibah. Ini yang harus terus kita jaga dan perkuat,” tegas Ninik di Bekasi, Senin (4/5/2026).
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu juga menyoroti pentingnya perluasan cakupan kepesertaan, khususnya bagi pekerja sektor informal yang masih banyak belum terlindungi. “Kita tidak boleh membiarkan ada pekerja yang tidak memiliki perlindungan. BPJS Ketenagakerjaan harus menjangkau semua, termasuk pekerja informal yang selama ini sering luput dari sistem,” ujarnya.
Ninik mengajak masyarakat dan pemberi kerja untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. “Perlindungan ini bukan pilihan, tapi kebutuhan. Setiap pekerja berhak merasa aman dalam bekerja karena ada jaminan jika risiko terjadi,” tambahnya.
Ia menyampaikan pesan Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar agar perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan semakin diperkuat dan diperluas. “Ada salam juga dari Bapak Muhaimin Iskandar, beliau berharap agar kita semua memperkuat kolaborasi, baik itu pemerintah, DPR, dan seluruh pemangku kepentingan, supaya tidak ada pekerja yang tertinggal dari sistem perlindungan sosial,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu keluarga penerima santunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia.





