Gubernur Banten Minta Dukungan Wartawan DPR: Pertumbuhan Ekonomi 5,64 Persen, Tinggal Infrastruktur Belum Optimal

oleh

SERANG,REPORTER.ID – Ekonomi Provinsi Banten pada triwulan pertama 2026 tumbuh 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) atau melampaui capaian nasional sebesar 5,61 persen. Kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan perbaikan ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja serta menurunnya tingkat pengangguran pada Februari 2026.

Kondisi kemandirian fiskal 70 persen aseli dari APBD Banten. Secara nominal nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp247,20 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp144,96 triliun atas dasar harga konstan 2010.

“Struktur ekonomi Banten tersebut masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi 30,02 persen, diikuti perdagangan, konstruksi, pariwisata, transportasi dan pergudangan. Empat sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah dengan kontribusi lebih dari 70 persen,” demikian Gubernur Banten Andra Soni, saat silaturahmi dengan wartawan parlemen di Gedung Negara, Provinsi Banten, Serang, Kamis (7/5/2026).

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Banten didorong oleh kinerja kuat sejumlah sektor utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen pertahun. Lonjakan ini dipengaruhi musim panen dan peningkatan aktivitas produksi.

Selain itu lanjut Andra Soni, sektor berbasis mobilitas masyarakat juga tumbuh signifikan. Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 15,29 persen, sementara transportasi dan pergudangan meningkat 13,84 persen. Sektor jasa pendidikan turut tumbuh sebesar 5,58 persen.

Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh faktor musiman. Sektor pertanian melonjak 27,53 persen, diikuti akomodasi dan makan minum 8,95 persen, jasa keuangan 5,48 persen, serta transportasi dan pergudangan 4,27 persen. “Hanya saja infrastrukturnya yang belum optimal. Untuk itu saya minta dukungan wartawan DPR RI agar pemerintah pusat bisa mempercepat pembangunan infrastruktur ini,” kata Andra Soni.

Dengan jumlah penduduk Banten sebesar 13 juta, mahasiswa sebanyak 1,8 juta, yang bekerja mencapai 5,83 juta orang, meningkat 26,02 ribu orang dibandingkan tahun 2025. Sementara jumlah pengangguran menurun menjadi sekitar 411 ribu orang, yang meliputi Kabupaten Tangerang, Serang, Cilegon, Lebak, Pandeglang, Kota Tangerang, Kota Serang, Kota.Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon di hampir satu juta atau 966.292 hektar luas
Provinsi Bamten.

Sebelumnya Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakisimah, mengajak insan pers untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah sekaligus tetap menjalankan fungsi kritik sebagai bentuk kontrol sosial. Pada acara yang bertema “Kolaborasi DPR RI dan Media dalam Mengawal Aspirasi Rakyat Secara Konstruktif dan Berimbang” itu, Dimyati menekankan pentingnya peran media sebagai penyambung suara masyarakat sekaligus penjaga kebenaran informasi di tengah maraknya berita bohong alias hoaks.

Hadir dalam acara Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI tersebut antara lain Ketua BURT DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen M. Najib Ibrahim, Deputi Bidang Administrasi pada Sekretariat Jenderal DPR RI Heri Heriawan, Ketua KWP Ariawan, perwakilan Pemprov Banten, dan para wartawan.

Dimyati menekankan pentingnya peran media sebagai penyambung suara masyarakat sekaligus penjaga kebenaran informasi di tengah maraknya berita bohong alias hoaks. “Wartawan itu penyambung lidah rakyat, jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, perannya sangat penting dalam menyampaikan informasi yang faktual,” kata Dimyati.

Ia menambahkan, pers memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi masyarakat serta menangkal penyebaran hoaks. Menurut dia, wartawan harus tetap berpegang pada prinsip kebenaran dan akurasi dalam setiap pemberitaan. “Siapa yang harus melawan berita bohong? Ya teman-teman wartawan. Karena dasar kerja jurnalistik itu adalah analisis yang tepat dan fakta,” ujarnya.

Meski demikian, Dimyati mengingatkan agar hubungan antara pemerintah dan media tetap terjaga dengan baik melalui kolaborasi yang sehat. Ia berharap kritik yang disampaikan tetap konstruktif dan tidak merusak sinergi yang telah terbangun. “Kalau sudah di dalam, bantu yang di dalam. Tapi kritik tetap harus ada, karena itu bagian dari perbaikan,” ungkapnya.

Dimyati juga mengapresiasi terhadap kekompakan wartawan, khususnya yang bertugas di lingkungan parlemen. Ia menilai, sinergi antara media dan pemangku kepentingan saat ini semakin baik dibandingkan sebelumnya. Ia mengibaratkan peran wartawan seperti bintang di langit yang menerangi ruang informasi publik. “Kalau langit tanpa wartawan, seperti langit tanpa bintang. Sekarang wartawan itu justru menjadi cahaya bagi masyarakat,” tambahnya.

Untuk itu mantan Bupati Pandeglang dua periode (2000-2009) itu, menyambut baik kehadiran para jurnalis di Banten dan berharap mereka dapat menikmati suasana daerah, sekaligus menyampaikan informasi positif kepada publik.

Ia juga meminta para wartawan untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada pemerintah daerah apabila menemukan kekurangan dalam pelayanan atau kebijakan. “Kalau ada yang kurang, sampaikan kepada kami. Itu bagian dari perbaikan bersama,” pungkas Dimyati.

Kepala Biro Pemberitaan Parlemen, Muhammad Najib Ibrahim, menekankan pentingnya peran media sebagai penghubung antara DPR dan masyarakat. Ia menyebut pemberitaan yang cepat, akurat, dan berimbang menjadi kunci dalam membangun pemahaman publik terhadap kinerja parlemen.

“Media memiliki peran strategis untuk memastikan informasi kedewanan tersampaikan secara objektif dan edukatif kepada masyarakat,” tegas.Najib, saat dalam Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI yang digelar oleh Biro Pemberitaan Parlemen bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Serang, Banten, Rabu (6/5/2026).

Najib mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk peluncuran hotline pengaduan terintegrasi serta pembangunan newsroom terpadu guna meningkatkan kualitas layanan pemberitaan DPR RI.

Forum yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri dari anggota DPR, pejabat sekretariat jenderal, serta wartawan parlemen. Selain sebagai ruang dialog, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara DPR dan media dalam menjaga kualitas demokrasi serta memastikan aspirasi rakyat tetap menjadi prioritas utama.