BKSAP DPR Dorong Kota Malang Perluas Diplomasi Internasional untuk Pendidikan, Pariwisata, dan Investasi

oleh
oleh
Kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Malang. (Foto: Pemberutaan DPR RI)

MALANG, REPORTER.ID — Upaya memperluas jejaring internasional dinilai menjadi langkah penting bagi Kota Malang untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Melalui diplomasi parlemen, Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI mendorong Pemerintah Kota Malang mengoptimalkan potensi pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan investasi agar mampu menarik lebih banyak kerja sama dengan mitra luar negeri.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Pemerintah Kota Malang yang mengangkat tema “Peran Diplomasi DPR RI untuk Pembangunan Kota Malang: Sinergi dan Kolaborasi.” Dalam pertemuan itu, BKSAP menegaskan bahwa diplomasi tidak hanya menjadi ranah hubungan antarnegara, tetapi juga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan.

Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai Kota Malang telah menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai kota pendidikan, pusat ekonomi kreatif, sekaligus salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

“Pertama-tama saya ingin menyampaikan apresiasi atas perkembangan Kota Malang yang semakin dikenal sebagai kota pendidikan, kota kreatif, sekaligus salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur,” kata Habib Aboe.

Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi besar seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang menjadi modal strategis untuk membangun diplomasi pendidikan. Sementara itu, destinasi wisata seperti Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Biru Arema dinilai memiliki nilai promosi yang dapat diperkenalkan lebih luas ke dunia internasional.

Ia menilai berbagai potensi tersebut tidak cukup dipandang sebagai aset daerah semata, melainkan juga sebagai instrumen diplomasi yang mampu membuka peluang kerja sama lintas negara.

Habib Aboe mengatakan Malang memiliki modal besar untuk mengembangkan academic diplomacy karena menjadi tujuan puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa asing. Menurutnya, kolaborasi dengan universitas luar negeri, pusat riset internasional, inkubator bisnis global, hingga program pertukaran mahasiswa dapat menjadi pintu masuk bagi investasi, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain sektor pendidikan, ia juga menilai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Malang, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, hingga kopi khas daerah, memiliki peluang menembus pasar internasional apabila didukung strategi diplomasi ekonomi yang terarah.

Sebagai bagian dari diplomasi parlemen, BKSAP DPR RI menyatakan siap memfasilitasi komunikasi antara Pemerintah Kota Malang dengan parlemen maupun mitra strategis dari berbagai negara.

“Apabila Pemerintah Kota Malang memiliki sektor prioritas yang ingin didorong, baik pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, maupun investasi, kami siap membantu membuka ruang komunikasi dan memperluas jejaring kerja sama melalui diplomasi parlemen agar peluang tersebut dapat ditindaklanjuti secara lebih konkret,” ujar Habib Aboe.

Melalui sinergi tersebut, BKSAP berharap Kota Malang dapat memperkuat posisinya sebagai kota berdaya saing global dengan jejaring internasional yang semakin luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ***