JAKARTA REPORTER.ID —Anggota DPD RI asal Maluku, Anna Latuconsina, mengajak masyarakat menghentikan normalisasi kekerasan terhadap perempuan melalui bincang buku Arung Jeram Pernikahan, karya yang diterbitkannya pada 2024. Menurutnya, buku tersebut menjadi ruang refleksi untuk membangun relasi yang sehat dan mencegah berbagai bentuk kekerasan, khususnya dalam kehidupan rumah tangga.
Menurut Anna, kisah-kisah dalam buku tersebut diangkat dari peristiwa nyata yang kerap terjadi di sekitar masyarakat. Karena itu, ia berharap buku tersebut dapat mendorong pembaca untuk mengevaluasi hubungan yang dijalani bersama pasangan.
“Pernikahan membutuhkan jatuh cinta, tetapi pernikahan yang langgeng memerlukan tumbuh dan berkembangnya cinta dari dua orang yang menjalaninya. Melalui buku ini, saya berharap kita bisa merefleksikan hubungan yang sedang dijalani dan memahami apa yang perlu diperbaiki agar berjalan lebih baik,” tegas Anna dalam sambutannya di DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Anna menjelaskan setiap kisah dalam buku ini sengaja diakhiri tanpa penyelesaian yang pasti. Melalui pendekatan tersebut, ia ingin mengajak pembaca ikut merefleksikan dinamika kehidupan rumah tangga, mulai dari cara menyikapi konflik hingga membangun dan menjaga relasi yang sehat.
Menurutnya, refleksi semacam itu penting karena masih banyak perempuan yang menghadapi berbagai persoalan dalam rumah tangga, termasuk kekerasan yang kerap luput dari perhatian lingkungan sekitar.
“Perempuan, ibu, dan anak berhak hidup dalam lingkungan yang aman dan sehat. Mewujudkan hal itu bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.





