Senator Ade Yuliasih Tegaskan Investasi Data Center Harus Lindungi Hak Masyarakat

oleh -21 Dilihat

SERANG,REPORTER.ID  — Anggota DPD RI asal Banten, Ade Yuliasih, mendorong investasi data center dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Banten tetap memperhatikan keamanan data dan hak privasi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Ade setelah membawa calon investor asal Cina menemui Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, pada Rabu (29/7/2026).

Calon investor yang hadir ialah CEO Hexavia, Qimeng Sun. Dalam pertemuan tersebut, Ade turut didampingi Komisaris PT Agrinas Jadri Nusantara, Laksda Dr. Eko Jalmo. Pertemuan membahas peluang pengembangan data center dan teknologi AI di Banten.

“Kami menyambut investasi yang dapat memperkuat ekonomi dan membuka lapangan kerja. Namun, investasi data center dan AI bukan hanya persoalan pembangunan infrastruktur. Ada keamanan data, privasi, dan hak masyarakat yang harus dilindungi sejak awal,” kata Ade.

Menurut Ade, data center merupakan infrastruktur strategis karena berkaitan dengan penyimpanan, pengolahan, dan pengamanan informasi. Karena itu, pengembangannya harus transparan, bertanggung jawab, dan mematuhi peraturan perundang-undangan Indonesia.

Dalam konteks masa kegiatan Anggota Komite I DPD RI di daerah atau reses, Ade menilai perkembangan teknologi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi perlindungan hak asasi manusia. Risiko penyalahgunaan data pribadi, akses tanpa hak, dan pengawasan yang merugikan masyarakat harus diantisipasi.

“Kemajuan teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Jangan sampai teknologi justru membuka ruang bagi penyalahgunaan informasi pribadi,” ujarnya.

Ade mengatakan investasi digital juga harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Banten. Manfaat itu dapat berupa penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan teknologi, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta transfer pengetahuan kepada generasi muda.

“Kita tidak hanya ingin Banten menjadi lokasi pembangunan infrastruktur digital. Masyarakat Banten harus memperoleh kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi, dan ikut tumbuh bersama industri tersebut,” jelas Ade..

Ade menilai Banten memiliki daya tarik investasi karena letaknya strategis. Provinsi ini memiliki akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak, serta didukung pasokan listrik dan sumber daya air.

Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik penjajakan investasi tersebut. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap calon investor selama kegiatan investasinya sesuai dengan ketentuan hukum.

“Kami selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah berusaha memfasilitasi semaksimal mungkin para calon investor yang akan masuk ke Indonesia. Saya berharap pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan kajian menyeluruh yang mencakup aspek teknis, hukum, lingkungan, keamanan data, kebutuhan tenaga kerja, serta manfaat investasi bagi masyarakat Banten,” pungkasnya.