Legislator Komisi VIII DPR Desak Menag RI Selamatkan UIN Sunan Ampel dari Konflik Berkepanjangan

oleh -22 Dilihat

JAKARTA,REPORTER.ID  – Anggota Komisi VIII DPR RI KH. Maman Imanulhaq minta UIN Sunan Ampel Surabaya diselamatkan dari konflik berkepanjangan. Hal itu terjadi pascapelantikan Rektor periode 2026–2030. Sehingga aspirasi mahasiswa, dosen, guru besar, dan alumni harus didengar secara serius dan diselesaikan secara transparan.

Persoalan ini jangan dibiarkan berkembang menjadi konflik yang merugikan mahasiswa dan mengganggu proses akademik. Karena itu, Maman Imanulhaq mendorong Menteri Agama untuk segera mengambil langkah konkret:

1. Membentuk tim evaluasi independen untuk memeriksa secara objektif masalah yang dipersoalkan sivitas akademika, termasuk proses pengangkatan rektor dan tata kelola kampus.

2. Membuka dialog resmi yang melibatkan Kementerian Agama, rektorat, guru besar, dosen, mahasiswa dan alumni.

3. Menyelesaikan segera persoalan mahasiswa, termasuk UKT, fasilitas akademik, layanan mahasiswa dan berbagai hak yang masih tertunda.

4. Menghormati dan tidak mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Setiap pihak harus memegang asas praduga tak bersalah.

5. Mengambil keputusan berdasarkan hasil evaluasi. Jika ditemukan pelanggaran serius, harus ada tindakan sesuai aturan. Jika tidak ditemukan, hasil evaluasi harus disampaikan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Maman juga mengajak mahasiswa menyampaikan aspirasi secara damai dan menjaga agar proses pendidikan tetap berjalan. “UINSA bukan milik kelompok tertentu. UINSA adalah rumah ilmu dan bagian penting dari masa depan pendidikan Islam Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, kata Maman yang harus diselamatkan bukan kepentingan seorang rektor atau kelompok tertentu, tetapi marwah UIN Sunan Ampel, hak mahasiswa, dan kepercayaan publik.