Habib Aboe Dorong Suyudi Ario Seto Perkuat Profesionalisme dan Kepercayaan Publik Terhadap Polri

oleh -24 Dilihat
oleh
Aboe Bakar Al-Habsyi, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REPORTER.ID – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak hanya menyangkut siapa yang akan menduduki posisi Kapolri, tetapi juga arah pembenahan institusi ke depan.

Dalam konteks itu, pemaparan visi dan misi calon Kapolri Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test mendapat perhatian dari Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi.

Habib Aboe menilai materi yang disampaikan Suyudi menunjukkan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai tantangan yang tengah dihadapi Polri. Menurut dia, visi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam agenda pembenahan yang konkret apabila Suyudi nantinya memimpin institusi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran, kesiapan, serta materi pemaparan visi-misi yang telah Jenderal susun dengan sangat komprehensif hari ini. Dokumen ini merefleksikan pemahaman mendalam Jenderal terhadap tantangan riil yang dihadapi Polri saat ini,” ujar Habib Aboe, kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Bagi Habib Aboe, tantangan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut pembenahan internal dan upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, ia melihat rekam jejak Suyudi sebagai salah satu modal untuk mendorong perubahan di tubuh Polri. Namun, menurutnya, visi tersebut tetap harus diwujudkan melalui langkah nyata dan konsisten.

“Saya meyakini dengan rekam jejak yang bersih dan loyal pada agenda nasional, Jenderal Suyudi memiliki kapasitas untuk mengikis sekat-sekat kultural negatif di internal Polri dan menghadirkan pembenahan yang semakin kuat,” kata anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I itu.

Kepercayaan Publik Jadi Perhatian

Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu aspek yang ditekankan Habib Aboe dalam melihat arah kepemimpinan Polri ke depan.

Di tengah tuntutan terhadap institusi penegak hukum untuk semakin terbuka dan profesional, ia menilai penguatan tata kelola perlu berjalan bersama peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kepercayaan publik harus menjadi fondasi utama dalam membangun institusi kepolisian yang semakin profesional, modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Saya yakin Jenderal Suyudi memiliki kemampuan untuk membawa Polri menuju level kepercayaan publik yang semakin tinggi secara konsisten,” ujarnya.

Menurut Habib Aboe, tantangan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu memastikan visi tidak berhenti sebagai dokumen dalam proses fit and proper test. Visi tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan demikian, agenda transformasi Polri diharapkan tidak hanya menyasar pembenahan organisasi, tetapi juga memperkuat relasi institusi dengan masyarakat.

Pengalaman di BNN Disorot

Selain persoalan internal dan kepercayaan publik, isu narkotika turut menjadi perhatian Habib Aboe.

Pengalaman Suyudi ketika memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) dinilai relevan untuk memperkuat koordinasi antara Polri dan BNN dalam menghadapi persoalan narkotika yang memiliki dampak lebih luas terhadap sistem penegakan hukum dan pemasyarakatan.

“Pengalaman beliau ketika memimpin BNN dalam menyoroti persoalan overcapacity lembaga pemasyarakatan yang didominasi oleh tahanan kasus narkoba merupakan pengalaman yang sangat penting. Saya yakin sinergi Polri dan BNN ke depan dapat semakin diperkuat,” kata Habib Aboe.

Persoalan tersebut, menurut dia, perlu diikuti dengan pendekatan penanganan perkara narkotika yang membedakan posisi pengedar atau bandar dengan pengguna.

Jaringan pengedar dan bandar narkotika perlu mendapatkan penindakan hukum yang tegas. Sementara itu, pengguna yang memang membutuhkan rehabilitasi perlu memperoleh penanganan yang sesuai.

“Kita perlu memastikan bahwa jaringan pengedar dan bandar narkoba mendapatkan penindakan hukum yang tegas, sementara pengguna yang memang membutuhkan rehabilitasi dapat memperoleh penanganan yang tepat. Saya yakin Kapolri baru mampu membangun formulasi kebijakan yang semakin sinergis bersama BNN untuk mewujudkan pendekatan tersebut,” tuturnya.

Pada akhirnya, Habib Aboe berharap kepemimpinan Suyudi Ario Seto dapat memperkuat agenda transformasi Polri melalui pembenahan internal sekaligus peningkatan kualitas hubungan dengan masyarakat.

“Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu menerjemahkan visi besar menjadi langkah konkret. Saya optimistis Jenderal Suyudi dapat membawa semangat pembaruan, memperkuat profesionalisme Polri, dan terus membangun kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. ***