Bertemu Kapolri Suyudi, Habib Aboe Minta Perkuat Polri Humanis

oleh -18 Dilihat
oleh
Aboe Bakar Alhabsyi, anggota Komisi III DPR RI bersama Kapolri baru Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REPORTER.ID – Penguatan pendekatan humanis dan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, menjadi salah satu harapan Komisi III DPR RI terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Pengalaman Suyudi saat memimpin Polda Banten, termasuk melalui program kepedulian terhadap pengangguran, dinilai dapat menjadi modal untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, saat mendampingi jajaran pimpinan Komisi III DPR RI yang dipimpin Habiburrahman dalam kunjungan silaturahmi dengan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, dikediamannya, Sabtu (3/10/2026). Pertemuan itu juga dihadiri Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Nazaruddin Dek Gam.

Habib Aboe menilai, pendekatan kepolisian yang tidak semata-mata berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperhatikan persoalan sosial, perlu terus dikembangkan di bawah kepemimpinan baru Polri.

Ia mencontohkan program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) yang dijalankan Suyudi ketika menjabat Kapolda Banten. Program tersebut dinilai mencerminkan upaya kepolisian untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui perhatian terhadap persoalan di tingkat akar rumput.

“Kami berharap semangat menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi. Program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti perhatian terhadap persoalan pengangguran, tentu sangat baik apabila dapat terus dikembangkan dalam skala yang lebih luas,” ujar Habib Aboe.

Menurut dia, kepemimpinan Suyudi diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata. Kedekatan polisi dengan masyarakat, kata dia, menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan terhadap institusi kepolisian.

“Harapan kami, Polri ke depan semakin hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Pendekatan yang humanis, pelayanan yang dekat, serta program yang memberikan manfaat nyata akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian,” katanya.

Selain menekankan pentingnya pembenahan pelayanan kepolisian, Habib Aboe juga menyoroti sisi personal Suyudi yang terlihat saat pelantikannya sebagai Kapolri. Momen ketika Suyudi bersimpuh di hadapan ibundanya dinilai mencerminkan penghormatan terhadap keluarga dan nilai-nilai moral yang penting dalam perjalanan seorang pemimpin.

Bagi mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan dan kewenangan, tetapi juga menyangkut keteladanan serta nilai yang dibawa dalam menjalankan tanggung jawab.

“Kami melihat kepemimpinan bukan hanya soal jabatan dan kewenangan, tetapi juga tentang nilai, keteladanan dan bagaimana seorang pemimpin membawa pesan moral dalam menjalankan amanah. Kami berharap nilai-nilai tersebut terus menjadi bagian dari kepemimpinan Jenderal Suyudi di Polri,” tuturnya.

Habib Aboe juga menilai dukungan keluarga, terutama pasangan dan orang-orang terdekat, dapat menjadi sumber kekuatan bagi Suyudi dalam menghadapi berbagai tantangan selama memimpin institusi kepolisian.

Menurut dia, keluarga tidak hanya berperan memberikan dukungan moral, tetapi juga dapat menjadi ruang bertukar pikiran dalam mengambil keputusan dan menjalankan amanah kepemimpinan.

“Kami berharap dukungan keluarga, terutama pasangan dan orang-orang terdekat, terus menjadi sumber kekuatan dan ruang diskusi bagi Kapolri dalam menjalankan amanah. Kepemimpinan yang kuat tentu membutuhkan nilai-nilai keluarga, keteladanan dan dukungan moral yang kokoh,” ujarnya lagi.

Di luar harapan terhadap karakter kepemimpinan Suyudi, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi kelembagaan antara Komisi III DPR RI dan Polri.

Habib Aboe mengatakan, hubungan yang solid antara parlemen dan kepolisian diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, mulai dari menjaga keamanan hingga memastikan penegakan hukum dan pelayanan publik berjalan dengan baik.

“Komisi III tentu berharap hubungan kelembagaan dengan Polri semakin solid. Sinergi yang baik antara parlemen dan kepolisian sangat penting untuk bersama-sama menjaga keamanan, menegakkan hukum, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang terbaik,” katanya.

Ia menegaskan, Komisi III DPR RI siap membangun komunikasi konstruktif dengan jajaran Polri, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap institusi penegak hukum tersebut.

Untuk itu, Habib Aboe berharap kemitraan antara kedua lembaga dapat mendorong pembenahan kepolisian secara berkelanjutan, terutama dalam meningkatkan profesionalisme, kualitas pelayanan, dan kepercayaan publik.

“Kami ingin sinergi ini terus berjalan secara konstruktif. Komisi III siap menjadi mitra kerja yang memberikan dukungan sekaligus menjalankan fungsi pengawasan secara bertanggung jawab, agar Polri semakin profesional, humanis dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan jajaran Komisi III DPR RI dengan Kapolri Suyudi berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan makan siang bersama. ***