Keras! Politisi PKB Eka Widodo Sebut Gen Z Minta Gibran Mundur sebelum Dimakzulkan

oleh -46 Dilihat

JAKARTA,REPORTER.ID  – Anggota DPR RI Fraksi PKB, Eka Widodo, mengungkapkan bahwa kalangan Generasi Z (Gen Z) masih terus menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait berbagai polemik yang menjerat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada dirinya dalam sejumlah pertemuan dan diskusi.

Eka Widodo yang akrab disapa Edo mengatakan, kekecewaan Gen Z terhadap Gibran belum mereda. Bahkan, anak-anak muda tersebut terus mendatanginya untuk berdiskusi dan menyampaikan tuntutan agar Gibran secara legowo mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden.

“Teman-teman Gen Z masih terus menemui saya dan menyampaikan kasus yang menimpa Gibran,” terang Edo.

Menurut Edo, ada tiga persoalan utama yang menjadi dasar Gen Z meminta Gibran mundur dari jabatannya.

Pertama, polemik Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan batas usia minimal calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut dinilai menjadi pintu bagi Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Kedua, Gen Z menyoroti pertimbangan dalam putusan MK yang menyatakan tidak menemukan ijazah Gibran alias Gibran tidak memiliki ijazah setingkat SMA.

Ketiga, putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan Gibran tidak sah dan batal demi hukum. Putusan tersebut semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai keabsahan dokumen pendidikan yang digunakan Gibran.

“Atas tiga persoalan itu, teman-teman Gen Z menilai Gibran sudah tidak layak lagi memimpin negeri ini. Karena itu, mereka meminta Gibran dengan legowo mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden,” ungkap Edo.

Edo menambahkan, apabila Gibran tidak bersedia mengundurkan diri, Gen Z meminta DPR dan MPR mengambil langkah konstitusional untuk memproses pemakzulan.

Meski demikian, Edo mengatakan bahwa harapan utama anak-anak muda tersebut adalah Gibran bersedia mundur secara sukarela. Langkah itu dinilai dapat menjadi jalan untuk menyelesaikan polemik yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

“Mereka tetap berharap Gibran mau mundur dengan kesadaran sendiri. Dengan begitu, persoalan yang selama ini menjadi polemik bisa lebih cepat diselesaikan dan tidak terus membebani kehidupan politik nasional,” tegas Edo.