YOGYAKARTA,REPORTER.ID – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi fasilitator sedekah kurban 1447 H, bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) DIY. DPD RI berperan untuk menjembatani program kemaslahatan BPKH RI dalam penyembelihan serta penyaluran empat ekor sapi kepada masyarakat DIY, yang digelar pada Kamis (28/5/2926) di Kantor DPD RI DIY.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penyaluran program kemaslahatan umat BPKH RI yang pada tahun 2026 mencakup 38 provinsi secara nasional. Anggota Komite III DPD RI, Ahmad Syauqi Soeratno menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar prosesi berbagi daging semata, melainkan juga menjadi titik tolak inspirasi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat DIY.
“Penyembelihan di sini bukan sekadar membagi daging, tetapi juga menjadi titik tolak inspirasi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat di DIY, termasuk pembicaraan mengenai bagaimana kita akan mengembangkan penggemukan sapi di peternakan lokal,” ujarnya.
Syauqi menekankan bahwa pilihan BPKH untuk bermitra dengan DPD RI dinilai tepat karena para anggota memiliki jejaring konstituen hingga ke pelosok desa di seluruh wilayah. “Kalau hanya empat sapi untuk DIY tentu tidak cukup. Tapi kalau menjadi inspirasi, insyaAllah dalam dua hingga tiga tahun ke depan kita boleh berharap akan muncul banyak peternak dan penggemukan sapi yang mandiri,” tambahnya.
Deputi Kemaslahatan BPKH RI Miftahudin menegaskan bahwa program sedekah kurban ini bersumber dari dana abadi umat senilai Rp4 triliun yang dikelola BPKH, bukan dari dana haji. Secara nasional, program tahun ini menyalurkan total 600 ekor sapi dan 700 ekor kambing atau domba di seluruh provinsi. “Sedekah kurban dan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan tidak diambil dari dana haji. Itu yang perlu kami pastikan. Program sedekah kurban ini adalah program sosial keagamaan yang bersumber dari hasil pengelolaan dana abadi umat yang diamanahkan untuk dikembalikan kepada umat demi sebesar-besarnya kemaslahatan,” ungkapnya.
Miftahudin menambahkan bahwa ke depan program serupa diharapkan dapat dikembangkan ke arah pemberdayaan peternak lokal secara langsung sebagai bagian dari asnaf penguatan ekonomi umat. Dengan demikian, ekosistem penggemukan dan distribusi daging kurban dapat berjalan lebih mandiri dan berkelanjutan di masing-masing daerah.
Hewan kurban yang disembelih sebanyak empat ekor sapi, tiga di antaranya oleh GKR Hemas disalurkan kepada masyarakat DIY di empat titik dengan mempertimbangkan angka stunting, daerah perbatasan dan tertinggal, serta masyarakat kurang mampu. Keempat titik tersebut meliputi Kalurahan Mertelu Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunungkidul; Pedukuhan Gunung Pentul Kalurahan Karangsari Kapanewon Pengasih Kabupaten Kulon Progo; masyarakat pinggir Kalicode di Kelurahan Prawirodirjan Kota Yogyakarta; serta Kantor DPD RI DIY. Adapun satu hewan kurban disalurkan oleh Ahmad Syauqi Soeratno di dua titik, yaitu Masjid Al Furqon Tlogo Gerbosari Samigaluh Kulon Progo dan Komunitas Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Gunungkidul.
Prosesi penyembelihan kurban ini turut dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus Bidang Fundraising dan Kerja Sama Lazismu DIY Purnomo, Manajer Regional Lazismu DIY Marzuki, serta Kepala Kantor DPD RI DIY Tri Widati.
Laporan penyaluran dari seluruh anggota DPD RI di 38 provinsi akan dikompilasi dan disampaikan kepada BPKH RI sebagai bahan pertimbangan dan evaluasi program ke depan, termasuk kemungkinan pengembangan ekosistem penggemukan dan distribusi daging secara berkelanjutan di DIY.





