Disurvai Baznas Bazis, Kondisi 22 Rumah di Jaktim tak Layak Huni

oleh
oleh

JAKARTA, REPORTER.ID— Dalam sepekan ini Tim Bedah Rumah Baznas Bazis Jakarta Timur melakukan survai terhadap 22 rumah dhuafa di 12 kelurahan yang ada di wilayah Jakarta Timur. Terakhir survai dilakukan ke rumah Desy di Rawa Bunga dan rumah Trimulyawati du Ujung Menteng.

Rata -rata keadaannya sangat memprihatinkan karena kondisi sosial ekonomi pemiliknya juga tidak mampu. Karena itu mereka layak dibantu dengan program bedah rumah Baznas (Bazis) DKI.

Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah mengatakan hal itu di kantornya Jumat (30/7/2021). “Saya sendiri telah melakukan survai 6 rumah. Rata-rata kondisinya sudah parah karena umurnya sudah 30 tahun lebih. Sedang tim Angga telah menyurvai lebih banyak rumah lagi. Ada 16 rumah,” tambah Eka.

Diungkapkannya, rumah di Ujung Menteng dan di Cipinang Muara atapnya kropos. Ada yang ukurannya 170 m2, namun dihuni 3 KK dengan anggota keluarganya 11 jiwa. “Rumah ini bukan bocor lagi. Kalau hujan banjir,” ungkap Eka.

Sementara rumah Wahyu di Cipinang Muara lebih kecil lagi dengan kondisi yang parah. Survai dilakukan setelah permohonan bedah rumah masuk dari kelurahan masing-masing bulan lalu. Setelah disetujui akan dilakukan asesment, setelah itu baru dieksekusi. Tiap rumah dhuafa mendapat bantuan Baznas Bazis Jaktim Rp50 juta, sudah termasuk biaya kontrak rumah lain selama pengerjaan renovasi.

Sementara Angga Hadi Saputra anggota Baznas Bazis Jakarta Timur membenarkan hal itu. “Ada 16 rumah yang sudah saya survai,” jawab Angga ketika dihubungi lagi. Tercatat 16 rumah tersebut berada di kelurahan Kampung Melayu, UKU, Kayu Manis, Cipinang, Jatinegara Kaum, Kelapa Dua Wetan, Baru, Pekayon dan Kelurahan Susukan.

Diharapkan oleh Eka Nafisah selaku koordinator, 22 rumah dhuafa tersebut termasuk rumah milik Desy di RT 12/03 Rawa Bunga, Jatinegara dan milik Tri Mulyawati di RT 04/03 Ujung Menteng, Cakung, bulan Agustus diproses renovasi dalam program bedah rumah dhuafa Baznas Bazis DKI.
“Tentu tidak sekaligus, melainkan secara bertahap,” pungkas Eka. (PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *