Dikunjungi 11.700 Wisatawan Rumah Si Pitung di Situs Marunda Makin Hijau

oleh
Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta didampingi Kasatpel Rumah Si Pitung terima peralatan kebersihan dan penghijauan.

JAKARTA, REPORTER.ID- Selama tahun 2021 yang silam Rumah Si Pitung di Situs Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dikunjungi lebih dari 11.700 orang wisatawan, atau tepatnya.11.769 orang. Sejak pertengahan Januari 2022 lingkungan Rumah Si Pitung juga bertambah hijau dan bersih dengan bantuan peralatan kebersihan dan penghijauan dari PT Jasa Armada Indonesia TBK-IPC Marine.


Para pengunjung di Rumah Si Pitung Situs Marunda.

Selama Januari 2022 jumlah pengunjungnya juga lumayan mencapai 1.500 an orang. Kepala Satuan Pelayanan Rumah Si Pitung Situs Marunda, Agus Ariyanto mengungkapkan itu Minggu (30/1/2022) sore. “Untuk hari ini ada 200-an pengunjung,” tambah Agus Ariyanto.

Dijelaskannya, penyerahan bantuan peralatan kebersihan dan penghijauan tersebut dilakukan bsecara simbolis oleh Wuri Handayani selaku DVP Komunikasi Perusahaan & CSR dan diterima Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Berkah Shadaya.

Sukma Wijaya pemandu wisata di Rumah Si Pitung membenarkan hari Minggu itu ada 200 orang pengunjung. Sebagian besar ibu ibu. “Waktu Sabtu kemarin hanya 50 orang pengunjung,” kata Sukma.

Roy, warga Pulogebang juga mengakui Sabtu kemarin itu pengunjungnya sekitar 50-an saja. Kerak telor yang dijajakan di situ juga laku sedikit. “Pekan depan saya harapkan lebih ramai,” kata Roy penjual makanan khas Betawi itu.

Mengenai bangunan rumah panggung yang disebut Rumah Si Pitung itu, Agus Ariyanto menuturkan, menurut sejarah dibangun tahun 1880 oleh saudagar kaya suku Bugis dari Makasar bernama H Safiuddin. Luas bangunannya sekitar 500 m2 di atas lahan seluas 3.000 m2 di Kampung Marunda Pulo.

Untuk mencapai rumah panggung tersebut harus menyeberang sungai. Namun setelah dibangun jembatan oleh Pemerintah DKI Jakarta tahun 2010 ketika dilakukan pemugaran terhadap rumah itu, maka para pengunjung dapat berjalan kaki untuk mencapainya. Bahkan mobil kecil juga dapat mencapai halaman cagar budaya tersebut.

Hal yang baru lagi dari Situs Marunda itu adalah jalan dari Rumah Si.Pitung menuju Masjid Al Alam sebagian sudah diperlebar.

“Kurang berapa meter lagi panjang jalan ke masjid tua itu yang belum diperlebar bisa ditanyakan ke Pak Kusnadi pengurus masjid tersebut,” kata Sukma.

Sukma usai memandu pengunjung menuturkan bantuan penghijauan ada 20 an pohon dalam pot. Jenis pohonnya antara lain jeruk, mangga dan sirsak. Semua itu akan menambah kesejukan lingkungan destinasi wisata edukasi sejarah tersebut.

Damra Atapukan yang baru saja habis kontraknya bekerja sebagai pemandu wisata di Rumah Si Pitung tahun 2021 silam mengaku banyak kesan dan pengalaman berharga yang didapat. “Senang bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai daerah,” ujar Damra.

Apa hubungan Si Pitung dari Rawa Belong, Jakarta Barat dengan rumah panggung di Marunda Jakarta Utara.

Menurut Damra waktu itu Si Pitung menjadi buronan polisi Belanda dan lari sambil terus memusuhi orang kaya yang menjadi antek asing. Ketika itu Si Pitung dan kawannya ke rumah H Syafiuddin. Ternyata saudagar kaya pemilik rumah panggung itu malah membantu Si Pitung.  “Itu terjadi sekitar tahun 1883. Sebab rumah tersebut dibangun tahun 1880,” tutur Damra menganalisa.

Dia yang mulai bekerja Januari 2016 pada awalnya bermalam di rumah tua itu terjadi penampakan orang berpakaian putih putih. Namun sejauh itu tidak mengganggu.

Itu juga merupakan pengalaman yang tak terlupakan selama Damra bekerja di Rumah Si Pitung.

Ia juga menyaksikan perbaikan rumah panggung terbuat dari kayu jati itu pada tahun 2019 dengan kayu sejenis sebanyak hampir 6 meter kubik. (Suprihardjo).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.